Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
7 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
19 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
4
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
5 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
5
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
19 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
6
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Sinyal Sulit, Alodia Daffa Harus Naik Turun Gunung Agar Bisa Belajar Online

Sinyal Sulit, Alodia Daffa Harus Naik Turun Gunung Agar Bisa Belajar Online
Alodia Daffa Sinanta harus mendaki bukit untuk mengirimkan tugas ke gurunya. (kompas.com)
Rabu, 06 Mei 2020 10:50 WIB
JAKARTA - Alodia Daffa Sinanta, siswi SMP yang tinggal di Dusun Petir B, Desa Petir, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus naik turun gunung agar bisa mengikuti pembelajaran sistem online. Sebab, di dusunnya sinyal internet sangat sulit.

Alodia tidak sendiri, puluhan siswa lainnya di dusunnya juga mengalami kesulitan serupa. Keadaan itu tentu saja membuat mereka sangat repot dan lelah.

''Ya capek, karena harus membawa buku banyak terus naik gunung. Apalagi saat puasa seperti saat ini,'' ucap Alodia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Warisna, ayah Alodia, mengatakan, sejak wabah corona, pihak sekolah menerapkan belajar di rumah. Materi dan tugas sekolah pun disampaikan secara online.

Kebijakan belajar secara online itu membuat 21 siswa SD hingga SMA di Dusun Petir B harus mendaki Gunung Temulawak setiap kali menerima dan mengirimkan tugas ke gurunya.

''Anak-anak menaiki Gunung Temulawak yang cukup tinggi. Terletak di sebelah selatan dusun,'' kata Warisna, yang juga merupakan Kepala Dusun Petir B, saat dihubungi.

Warisna menceritakan, Alodia harus berjalan kaki sekitar 250 meter untuk sampai di kaki bukit.

Lalu, setelah beberapa temannya kumpul, mereka bersama-sama menaiki bukit.

Menurut Warisna, kondisi tersebut sudah dilakukan Alodia dan teman-temannya selama lebih dari satu bulan.

Sementara Kepala Desa Petir, Sarju, menjelaskan, desanya terletak di perbukitan karst. Hal ini diduga membuat adanya beberapa blank spot sinyal.

Salah satu wilayah yang mengalami blank spot itu adalah Dusun Petir B. Hal itu membuat buruknya sinyal seluler. Sejumlah wartawan pun sempat kesulitan saat hendak menghubungi Warisna.

Sarju menceritakan, saat ini belum semua penyedia jasa seluler beroperasi di wilayahnya.  

Akibatnya, setiap ada tugas, puluhan anak harus menyusuri jalan setapak ke atas bukit untuk mendapatkan sinyal yang bagus agar bisa tetap belajar.

''Siswa harus naik bukit yang tinggi agar memperoleh sinyal,'' katanya, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2020).***

Editor : hasan b
Sumber : kompas.com
Kategori : Pendidikan

Loading...
www www