Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
20 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
20 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
21 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
20 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
7 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
9 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Reaksi Golkar soal 'Begal Digital'

Reaksi Golkar soal Begal Digital
Ketum Partai Golkar/Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: tirto.id)
Rabu, 06 Mei 2020 21:24 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, dikabarkan menyebut Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai 'Begal Digital'. Sebutan ini tak lepas dari dugaan adanya uang besar mengalir ke Golkar dari BLBI dan E-KTP.

Menanggapi itu, Fungsionaris DPP Partai Golkar, Ahmad Irawan menilai, hal itu bukanlah sesuatu yang berdasar.

"Mungkin karena Rizal Ramli kesepian saja di rumah. Daripada nuduh sana-sini, lebih baik beliau memanfaatkan waktu bersama anak dan cucunya. Jadi tidak perlu mencari perhatian (caper)," kata Irawan kepada wartawan, Rabu (6/5/2020).

Sebelum Irawan, reaksi juga sempat muncul dari Wasekjen bidang Keamanan Nasional DPP Partai Golkar Samsul Hidayat. Ia menegaskan, proses hukum kedua kasus itu telah cukup membuktikan bahwa tak ada aliran dana ke Golkar.

"Ini sudah menyerang pribadi seseorang dan telah mencemarkan nama baik institusi partai Golkar," kata Samsul di Jakarta, Selasa (5/5/2020) kemarin.

Badan Advokasi DPP Partai Golkar, juga disebut tengah mengkaji dan akan segera bersikap terkait kemungkinan langkah proses hukum secara formal.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Politik, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www