Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
GoNews Group
7 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
2
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
14 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
3
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
Peristiwa
8 jam yang lalu
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
4
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
14 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
5
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
13 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
13 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Solok Selatan

Solok Selatan Tetap Jaga Ketat Perbatasan Daerah Saat Perpanjangan PSBB

Solok Selatan Tetap Jaga Ketat Perbatasan Daerah Saat Perpanjangan PSBB
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Setdakab Solok Selatan Firdaus Firman. (Erik IA/Antara)
Selasa, 05 Mei 2020 21:29 WIB
PADANG ARO - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menegaskan tidak ada kelonggaran pada masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kedua terutama untuk menjaga lalu lalang warga luar daerah masuk ke Sumbar via kabupaten itu.

"Kami mengikuti ketegasan kebijakan Provinsi dan tak ada kelonggaran pada perpanjangan PSBB yang diberlakukan hingga 29 Mei walaupun dinyatakan daerah paling aman dari bahaya penularan COVID-19", Kabag Hubungan Masyarakat dan Protokol Setdakab Solok Selatan Firdaus Firman, di Padang Aro, Selasa (5/5/2020).

Keputusan pimpinan katanya, belum akan mencabut status penerapan PSBB dan Solok Selatan dan masih sama dengan Kabupaten/Kota lain yaitu kami ikut kebijakan Provinsi memperpanjangnya agar tetap berada di zona hijau pendemi Corona.

Dia menjelaskan, dalam PSBB kedua ini Pemkab Solok Selatan bersama empat daerah lain yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto yang masih zona hijau, diberikan opsi untuk melakukan kelonggaran.

Pada perpanjangan ini katanya, ada kemungkinan dibolehkannya sholat berjemaah di masjid dalam skala dan ketentuan yang ditetapkan seperti, khotbah yang tidak panjang, shaf berjarak, memastikan para jamaah tidak disisipi orang baru dan lainnya sesuai maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terbaru.

"Kami masih akan membicarakannya dengan unsur terkait, seperti MUI dan Forkopimda sebelum memutuskannya," ujarnya.

Dia mengimbau, seluruh masyarakat Solok Selatan tetap mengedepankan protokol kesehatan meski daerah ini dinilai aman.

"Aktivitas di luar rumah harus memperhatikan pshycal distancing, wajib pakai masker, intinya mengikuti protokol pencegahan COVID-19," ujarnya.

Hingga Selasa 5 Mei 2020, gugus tugas percepatan penanganan pandemi COVID-19 Solok Selatan mencatat dua warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tiga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 473 orang berstatus notifikasi.

Selesai PDP sebanyak 13 orang, 132 orang selesai ODP dan 3.761 orang selesai notifikasi dengan catatan nol kasus positif COVID-19.

"Saat ini ada satu orang pasien dengan status PDP dirawat di RSUD setempat dan masih menunggu hasil sample swabnya," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Sumatera Barat, Solok Selatan

wwwwww