Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Sejak Maret, Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar Turun

Sejak Maret, Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar Turun
Petugas memasang tanda pengumuman penutupan objek wisata Pantai Air Manis di Padang, Jumat (20/3). (Iggoy El Fitra/Antara)
Senin, 04 Mei 2020 19:45 WIB
PADANG - Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu mulai turun pada Maret 2020 seiring dengan mewabahnya Corona Virus Disease (COVID-19).

"Jika pada Februari jumlah wisatawan asing yang datang ke Sumbar mencapai 4.038 orang pada Maret 2.495 orang atau turun 38,21 persen," kata Kepala BPS Sumbar Pitono di Padang, Senin (4/5/2020).

Menurut dia pada Maret 2020 wisatawan asing yang datang ke Sumbar masih didominasi dari Malaysia sebanyak 2.080 orang, Australia 62 orang, Perancis 41 orang, Amerika Serikat 34 orang, Singapura 32 orang.

Kemudian Jerman 15 orang, Inggris 15 orang, Jepang 12 orang, Afrika Selatan 12 orang, Spanyol 10 orang dan negara lainnya 182 orang.

Sebelumnya Akademisi Universitas Andalas (Unand) Dr Sari Lenggogeni menilai sektor pariwisata merupakan salah satu yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Butuh waktu setidaknya hingga dua tahun untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air yang saat ini terpukul," kata dia.

Ia memaparkan sektor pariwisata amat rentan terhadap bencana alam dan krisis, saat ini yang terjadi adalah krisis bidang kesehatan yang membuat minat orang berwisata turun drastis.

Menurutnya mengacu kepada data yang dilansir WTO yang merupakan badan PBB yang membidangi pariwisata kondisi ini setara dengan penurunan turis selama tujuh tahun dari angka yang ada saat ini.

"Ini juga mengakibatkan sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang bergerak di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan, "kata dia.

Ia menilai saat ini dunia berada dalam ketidakpastian karena belum ada obat yang jelas mengatasi dampak corona membuat minat wisata menjadi turun.

Ini bukan hanya masalah Indonesia melainkan persoalan dunia, ujarnya.

Oleh sebab itu saat ini yang bisa dilakukan adalah mengevaluasi pengembangan pariwisata selama ini dan prioritas utama adalah keselamatan bersama, kata dia.

Ia menyampaikan jika sudah ada regulasi yang baik maka akan bisa masuk pada tahap pemulihan.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumbar Alan Maulana Yusran mengakui sektor pariwisata Sumbar terpuruk semenjak mewabahnya virus corona.

Dari 110 hotel yang terhimpun dalam PHRI di Sumbar sebanyak 26 ditutup sementara dan ada sekitar 2.500 karyawan yang dirumahkan, kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

wwwwww