Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
22 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
14 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
4
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
15 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
5
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
14 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
6
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
19 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Loading...
Home  /   Berita  /   Kesehatan

Perwira Polisi yang Rutin Baca Surat Al-Kahfi Itu Wafat dalam Status PDP Corona

Perwira Polisi yang Rutin Baca Surat Al-Kahfi Itu Wafat dalam Status PDP Corona
Pemakaman jenazah dengan protap kesehatan virus corona. (int)
Senin, 04 Mei 2020 21:34 WIB
MAKASSAR - Inspektur Dua (Ipda) Muhammad Ali Tappa meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar, Ahad (3/5/2020) malam.

Dikutip dari Sindonews.com, periwra polisi yang bertugas di Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan itu wafat pada usia 53 tahun dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Jenazah Muhammad Ali Tappa pun dimakamkan dengan protap Covid-19.

''Statusnya PDP. Belum ada juga hasil tes swabnya, positif atau negatif,'' kata Kasat Binmas Polrestabes Makassar, AKBP Adzan Subuh, kepada Sindonews, Senin (4/5/2020).

Adzan menjelaskan sebelum wafat, almarhum yang bertugas sebagai Kepala Sub Unit 1 Binmas Polisi Masyarakat Polrestabes Makassar itu sempat dirawat selama lima hari di RS Bhayangkara Makassar. Tepatnya sejak 29 April dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Ahad (3/5), sekitar pukul 22.50 Wita.

''Selama ini sama sekali tidak ada keluhannya beliau. Cuma kemarin mengeluh demam. Lalu langsung dibawa ke RS Bhayangkara ya sekitar lima hari lalu,'' sebut Adzan.

Lanjut Adzan, pihaknya telah melakukan serangkaian proses sterilisasi di area sekitar dan lingkungan kerja Polrestabes Makassar. Mulai dari disintefektanisasi, hingga proses teknis lain yang berkaitan dengan protokol penanganan Covid-19.

Kepolisian juga menelusuri atau men-tracing orang-orang yang pernah berkontak dengan almarhum.

''Anggota sudah beberapa kali melakukan penyemprotan. Anggota juga diinstruksikan untuk tetap steril sesuai saran dari dokter,'' ucap Adzan.

Menurut Adzan, almarhum memiliki kepribadian baik. Sangat bertanggung jawab sebagai Binmas dan memang dikenal baik oleh masyarakat.

Almarhum juga dikenal berdedikasi tinggi dalam Korps Bhayangkara.

''Beliau ringan tangan, tidak tega lihat masyarakat kesusahan,'' kenang Adzan.

Rutin Baca Surat Al-Kahfi

Sambung Adzan, Muhammad Ali Tappa juga dikenal taat beribadah.

''Beliau punya pribadi luar biasa dan ibadahnya sangat luar biasa,'' ujar Adzan Subuh. Adzan menjelaskan, sebelum mewabahnya Covid-19 di Makassar, almarhum selalu mengajaknya untuk membaca Alquran setiap malam Jumat.

''Selalu mengajak saya untuk membaca Alquran surah Al-Kahfi, dan beliau orangnya sangat peduli dan sangat-sangat baik,'' ungkapnya.

Ipda Muhammad Ali Tappa meninggal dunia pada usia 53 tahun. Dia dirawat di RS Bhayangkara Makassar selama 5 hari terakhir.

''Statusnya PDP. Belum ada juga hasil tes swabnya, positif atau negatif,'' sambung Adzan. ***

Editor : hasan b
Sumber : sindonews.com
Kategori : Kesehatan

Loading...
www www