Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
20 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
2
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
19 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
3
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
17 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
4
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
5
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Nasional
19 jam yang lalu
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
6
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
17 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Brani Sebut Erick Thohir Diserang Karena Tak Kenal Kompromi

Brani Sebut Erick Thohir Diserang Karena Tak Kenal Kompromi
Kamis, 30 April 2020 04:20 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Aktivis 98, Benny Rhamdani menyebut, ada pihak dari luar Kementerian BUMN yang yang tengah menyerang Menteri BUMN, Erick Thohir.

Bahkan menurut Politisi Hanura ini, tudingan ada serangan dari dalam tidaklah benar. Karena kata Dia, Erick Tohir sudah menyadari ada upaya-upaya segelintir orang yang ingin menjebak karena gagal mendapat yang mereka inginkan.

"Mereka paham bahwa Erick Tohir bukan orang yang bisa diajak kompromi untuk menjadikan BUMN sebagai ladang penjarahan. Maka bagi mereka, tidak ada pilihan lain kecuali menyerang," kata Benny Rhamdani, Rabu (29/4/2020) malam.

Eksponen Aktivis 98 itu, berkomentar soal serangan-serangan yang nampak mengarah pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir belakangan ini.

"Serangan dalam bentuk fitnah dan black campaign kepada Erick Tohir, saya sudah perkirakan sejak Erick Tohir pertama dilantik," kata Benny.

Eksponen Aktivis 98 yang akrab disapa Brani itu menilai, tak ada celah bagi siapapun untuk menuding Erick Tohir punya agenda bekerjasama dengan mafia guna kepentingan suatu agenda politik, "karena jabatan sebagai menteri pun diterima dengan mengorbankan masa depan bisnis pribadi yang sebetulnya lebih besar ketimbang terlibat politik,".

"Sebelum dia diminta jadi menteri, saya pernah dengar dia jawab pertanyaan orang soal potensi menjadi menteri, dengan satu kalimat lugas; 'Jangan bicara politik ama saya. Bicara bisnis, baru ama saya,'" kisah Brani yang saat ini menjabat sebagai Kepala BP2MI itu.

Sebelumnya, Erick Tohir sempat bicara soal mafia di tata niaga alat kesehatan. Usai meninjau RS Pertamina Jaya, Kamis (16/4/2020), Erick mengatakan, "Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Jangan lah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,".

Bersama-sama dalam memberantas mafia, ditekankan Erick, sebagai langkah penting. "Kalau kita enggak gotong royong, kita tidak bangun bangsa kita dengan diri sendiri, emang bangsa lain peduli? Kita yang harus peduli antara bangsa kita,".

"Jangan semuanya ujung-ujungnya duit terus. Akhirnya kita terjebak short term policy. Didominasi oleh mafia-mafia, trader-trader itu," kata Erick yang berbuntut sahut dari beberapa pihak.

"Tanpa ada angin dan badai, tiba-tiba Erick Thohir sebagai Menteri BUMN berbicara tentang mafia alkes yang mendominasi impor alat kesehatan. Siapa yang dimaksud Erick Thohir?" kata Legislator asal PDIP Adian Napitupulu, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2020).

Selain Adian, Sekjend Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan juga turut berkomentar. Hinca berharap segera ada pembuktian dari apa yang diutarakan Erick Thohir.

"Agar kita tidak hanya mendengar gemuruh suara saja tentang mafia ini, tetapi kita ingin melihat KPK mengorek dan mengungkapkannya," kata Hinca.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www