Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
12 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
GoNews Group
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
4
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
9 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
5
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Ekonomi
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
6
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Kesehatan
2 jam yang lalu
Bertambah 1.679, Total Kasus Covid-19 di Indonesia 113.134
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang Pariaman

Pemerintah Nagari Sikucur Timur Upayakan Keluarga yang Tinggal di Bekas Kandang Kambing Masuk BDT Warga Miskin

Pemerintah Nagari Sikucur Timur Upayakan Keluarga yang Tinggal di Bekas Kandang Kambing Masuk BDT Warga Miskin
Anggota DRPD Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar dari Fraksi PAN Dedi Salim (kiri) menyerahkan sembako kepada keluarga miskin yang tinggal di rumah bekas kandang kambing. (Aadiyat MS/Antara)
Minggu, 26 April 2020 20:57 WIB
PARIT MALINTANG - Pemerintah Nagari Sikucur Timur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengupayakan keluarga miskin yang tinggal di rumah tua bekas kandang kambing di daerah itu masuk ke dalam basis data terpadu (BDT) warga miskin.

''Datanya sudah kami terima dan akan kami masukkan dalam daftar yang diusulkan," kata Sekretaris Nagari Sikucur Timur Hendra Putra di V Koto Kampung Dalam, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, keluarga tersebut berhak masuk ke dalam BDT warga miskin dan mendapatkan bantuan dari pemerintah guna meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun ia mengeluhkan data BDT warga miskin di daerah itu tidak sesuai dengan yang ada di lapangan karena menurutnya data yang digunakan oleh pemerintah kabupaten maupun pusat masih pada data 2011 padahal pihaknya selalu memberikan data terbaru.

"Sehingga orang sudah meninggal namanya masih keluar sedangkan data keluarga miskin baru yang kami masukkan tidak keluar," tambahnya.

Rumah tua bekas kandang kambing yang dihuni keluarga tersebut masih terlihat lantai dibuat renggang agar kotoran ternak bisa langsung jatuh ke tanah sedangkan kondisi kayu rumah itu sudah lapuk serta tiangnya bergeser dari pondasi.

Karena rumah yang dihuninya pernah digunakan untuk kandang kambing maka hingga sekarang di bawah bangunan itu masih terlihat kontoran ternak tersebut.

Sementara itu, warga yang tinggal di rumah tersebut Delmiwati mengatakan sebelumnya ia dan keluarganya berasal dari Bukittinggi dan pindah ke Padang Pariaman sekitar tiga tahun.

Namun pengurusan kartu keluarga menjadi warga Kabupaten Padang Pariaman sekitar pertengahan 2019 sehingga dia bersama suami dan empat orang anaknya telah menjadi warga daerah itu.

"Sebelum pindah ke rumah ini kami menghuni sebuah rumah warga secara gratis namun karena pemiliknya pulang kampung maka terpaksa kami pindah dan tinggal di sini," katanya.

Ia mengatakan pekerjaan suaminya yang hanya sebagai kuli harian tidak sanggup mengontrak rumah yang layak sehingga rumah tua tersebut menjadi pilihan meski harus membersihkannya dengan tenaga lebih.

"Butuh beberapa hari kami membersihkannya namun bau kambingnya masih aja ada," ujar dia.

Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman dari Fraksi PAN Dedi Salim mengatakan dirinya telah mengunjungi keluarga tersebut pada Jumat (24/4) setelah mendengar yang bersangkutan tinggal di rumah yang pernah dijadikan kandang kambing.

Kedatangannya ke keluarga tersebut untuk memberikan bantuan sembako dalam program yang dibuatnya yaitu Ramadhan Berbagi yang sasarannya untuk warga-warga yang tidak mampu sehingga dapat menjalankan ibadah puasa seperti umat muslim pada umumnya.

"Jadi setiap hari selama bulan Ramadhan saya akan mengunjungi rumah warga miskin untuk memberikan sembako," kata dia.

Ia menyarankan pendataan warga miskin di Padang Pariaman untuk diperioritaskan diberikan bantuan harus dilakukan setiap tahun karena perubahan bisa saja terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Ia mengatakan jika keluarga tersebut bisa menyediakan lahan untuk pembangunan rumah maka dirinya akan membangunkan rumah untuk keluarga itu melalui dana pokok pikiransebagai anggota dewan pada 2021. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Padang Pariaman, Sumatera Barat, Pemerintahan, Umum

Loading...
www www