Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
22 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
22 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
3
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
11 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
4
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Hukum
22 jam yang lalu
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
5
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
21 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
6
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Komite II DPD RI Minta Pemerintah Tegas Soal Larangan Mudik

Komite II DPD RI Minta Pemerintah Tegas Soal Larangan Mudik
Sabtu, 25 April 2020 20:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai mengatakan Indonesia harus belajar dengan negara lain dalam penangan Virus Corona (Covid-19). Kuncinya adalah disiplin dan tegas baik itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.

“Kita harus belajar dengan negara lain. Utama kita harus disiplin. Selain itu pemerintah harus tegas, bukan himbauan saja. Karena imbauan itu susah seperti boleh atau tidak,” ucap Yorrys saat berbagi takjil dan makanan berbuka puasa di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4).

Senator asal Papua itu juga mengajakan warga yang tinggal di DKI Jakarta untuk taat aturan guna mencegah meluasnya penularan Virus Corona. “Saya melihat, jumlah warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah semakin hari semakin tinggi. Itu artinya pemberlakuan PSBB di Jakarta tidak efektif," ujarnya.

Menurutnya, pada awalnya masyarakat terlihat taat dan berdiam diri di rumah. Namun, saat ini aktivitas masyarakat terus meningkat.

“Ini memang dilema, saya juga merasakan bosan dan stres ketika harus di rumah saja. Tapi ini harus dilakukan, kenapa? Karena wabah ini bukan cuma di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Mau tidak mau jika kita ingin wabah virus ini selesai, ya harus taat aturan,” terang Yorrys.

Yorrys juga mengimbau masyarakat agar mentaati aturan larangan mudik lebaran. Langkah pemerintah melarang mudik ini juga bagian dari memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona. “Jadi sebaikanya, tunggu wabah ini selesai baru pulang ke kampung halaman,” harapnya.

Terkait dengan pembagian takjil dan menu buka puasa, Ketua Komite II DPD RI itu menyerukan, bahwa hal ini bagian komitmen dari Komite II DPD RI yang sudah disepakati bersama untuk meringankan beban masyarakat khususnya bagi masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini murni bentuk kepedulian kita, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Anggota Komite II DPD RI, Pimpinan Komite dan Ketua DPD RI, yang mensuport kegiatan ini. Bantuan ini sudah dua kali kita bagikan, yang pertama minggu lalu kita membagikan sembako, dan nantinya secara terus menerus kita akan bagikan takjil dan menu buka puasa di beberapa titik di Jakarta,” kata Yorrys.

Senada dengan Yorrys, Wakil Ketua Komite II Hasan Basri juga menjelaskan, bahwa bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat disaat inadah puasa dalam masa-masa sulit Pandemi Corona.

“Kita berharap, wabah ini cepat selesai, dan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, mudah-mudahan bantuan yang kami berikan bisa membantu agar ibadah puasanya juga bisa khusuk tanpa dihantui ketakutan tidak bisa makan,” paparnya.***


Loading...
www www