Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
22 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
21 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
23 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
22 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Seluruh Angkutan Darat Dilarang Keluar dan Masuk Sumbar

Seluruh Angkutan Darat Dilarang Keluar dan Masuk Sumbar
Salah satu posko check poin di Padang. (Miko Elfisha/Antara)
Jum'at, 24 April 2020 18:33 WIB
PADANG - Seluruh kendaraan angkutan darat tidak boleh masuk dan keluar dari Sumatera Barat karena telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 24 April-31 Mei 2020 sesuai Permenhub Nomor PM 25 tahun 2020.

"Aturan itu mulai berlaku untuk angkutan darat mulai hari ini, kemudian bertahap laut dan udara juga. Yang bisa masuk itu kendaraan pengangkut logistik, obat-obatan dan BBM," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi di Padang, Jumat (24/4/2020).

Ia mengatakan larangan penggunaan sarana transportasi darat berdasarkan Permenhub Nomor PM 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 itu berlaku untuk sejumlah kondisi.

Kondisi itu bertujuan keluar dan/atau masuk wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar, zona merah penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19), dan aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB.

Sarana transportasi darat yang dilarang itu adalah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan, dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.

"Bagi mereka yang sudah terlanjur membeli tiket bus umum masuk atau keluar Sumbar, berhak untuk mendapatkan pengembalian 100 persen," katanya.

Larangan itu hanya dikecualikan untuk kendaraan pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia, kendaraan dinas operasional dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dinas TNI dan Polri.

Kemudian kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah, dan mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Heri mengatakan mereka yang melanggar akan disuruh kembali ke arah asal perjalanan. Aturan itu diperketat mulai 8 Mei 2020. Mereka yang melanggar akan dikenai sanksi hukum. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Sumatera Barat, Peristiwa

Loading...
www www