Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
12 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
11 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
19 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
19 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
5
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
11 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
19 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Masuk Bukittinggi, Dua Bus Bawa TKI dari Malaysia Ini Diberhentikan Petugas PSBB

Masuk Bukittinggi, Dua Bus Bawa TKI dari Malaysia Ini Diberhentikan Petugas PSBB
Petugas PSBB saat memeriksa salah seorang TKI asal Malaysia di Balai Diklat Kemendagri Wilayah Sumbar I, Baso, Agam, Kamis 23 April 2020. (doc NMA)
Kamis, 23 April 2020 07:33 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Petugas gabungan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menjaga perbatasan Kota Bukittinggi menghentikan dua unit bus pariwisata di pintu masuk Kota Bukittinggi, tepatnya di daerah Garegeh, Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis 23 April 2020 di hari kedua dilaksanakannya PSBB di Provinsi Sumatera Barat.

Kedatangan dua unit bus itu membawa 72 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang diduga masuk dari daerah Dumai, Provinsi Riau.

Informasi yang didapat dari salah seorang petugas lapangan, dua unit bus itu dicarter penumpang nya dari daerah Dumai. Menurut rencana, bus itu akan berhenti di Terminal Simpang Aur, Bukittinggi. Dan selanjutnya para penumpang nya juga akan berpencar ke kampung negeri asal mereka masing- masing.

Terkait hal itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bukittinggi, langsung mendatangi batas kota, Garegeh.

Walikota Bukittinggi bersama Forkopimda memberikan arahan untuk mengarahkan penumpang yang baru datang tersebut masuk ke lokasi karantina di Balai Diklat Kemendagri Wilayah I Sumbar, yang terletak di Baso, Agam untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Walikota Bukittinggi juga mengaku kecewa dengan pengamanan di daerah sebelumnya. Karena dia tidak menyangka kenapa bisa lolos seperti ini. Kita di Sumatera Barat kan sedang terapkan PSBB, apalagi penumpang berasal dari daerah pandemi Corona Covid - 19. Ironisnya lagi menurut informasi pengemudi bus, bahwa bus itu berencana akan berhenti di Terminal Simpang Aur. Untuk itu, kita masukkan ke lokasi karantina di Diklat Baso. Kalau kita biarkan seperti ini, bisa jadi resiko nantinya, ungkapnya.

Apalagi kita juga melihat diantara penumpang juga ada anak-anak dan orang tua, mereka sangat rentan untuk terpapar, ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso juga menerangkan, dua bus tersebut berasal dari Dumai, mereka membawa penumpang yang mengaku TKI dari Malaysia. Mereka berangkat dari Dumai kemarin sore dan pagi ini masuk ke wilayah Kota Bukittinggi.

ā€œNamun, setibanya di pintu masuk Kota Bukittinggi, dua bus itu kita cegat dan kita tanya dulu. Kita terkejut kenapa di perbatasan Provinsi Riau - Sumbar bus ini bisa lewat. Karena itu, kita kawal bus ini menuju lokasi karantina di Baso, Agam untuk pemeriksaan lebih lanjut, ā€ tutupnya.(**)


Loading...
www www