Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
12 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
12 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
16 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
23 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
12 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
12 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
Loading...
Home  /   Berita  /   Bukittinggi

101 TKI dari Malaysia Dilarang Masuk Bukittinggi karena PSBB

101 TKI dari Malaysia Dilarang Masuk Bukittinggi karena PSBB
Bus yang mengangkut 101 TKI Sumbar yang bekerja di Malaysia masuk dari Dumai saat dicegat di Bukittinggi. (HO-Petugas Check Point Garegeh Bukittinggi/Antara)
Kamis, 23 April 2020 17:50 WIB
BUKITTINGGI - Sebanyak 101 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari  Malaysia yang naik dua unit bus ukuran besar dicegat ketika hendak masuk ke Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dari batas kota wilayah Garegeh, Kota Selayan.

''Mereka masuk ke Indonesia dari Dumai, Riau. Dicegat di Garegeh, Kecamatan Mandiangin. Pendataan sementara jumlahnya ada 101 orang," kata Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso di Bukittinggi, Kamis (23/4/2020).

Ia menerangkan 101 orang tersebut merupakan warga Sumatera Barat yang bekerja di Malaysia dan akan pulang ke kampung halaman masing-masing.

"Mereka ada yang turun di Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan lainnya. Pendataan sementara hingga siang ini, ada satu orang yang akan turun di Bukittinggi," katanya.

Karena sedang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Forkopimda Bukittinggi memutuskan untuk karantina bagi seluruh penumpang dan sopir bus.

Dari Garegeh, rombongan dengan pengawalan petugas di Bukittinggi berbalik arah menuju Baso, Kabupaten Agam untuk dikarantina di Pusdiklat Kemendagri Wilayah I Sumbar.

Sesuai protokol, karantina diberlakukan selama 14 hari, namun masih ada kendala lain, yakni kapasitas Pusdiklat Baso hanya untuk 72 orang.

"Kita lihat bagaimana perkembangannya karena sekarang kami juga sedang cari solusi bagaimana ruangan tambahan. Semoga saja tidak ada yang sakit," ujarnya.

Menurut Kapolres, pihaknya belum mendapatkan informasi mengapa rombongan dengan dua bus ukuran besar itu bisa lolos sampai ke batas Kota Bukittinggi. Sementara untuk sampai ke kota itu, rombongan masih harus melewati wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kami di sini memang sayangkan mengapa rombongan itu bisa lewat saja di perbatasan provinsi, padahal kita dalam pemberlakuan PSBB," katanya.

Sampai siang ini Polres bersama Forkopimda Bukittinggi dan Pemprov masih melakukan pendataan terhadap para TKI tersebut dan segera mencari bagaimana solusi untuk penanganan selanjutnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, GoNews Group, Sumatera Barat, Bukittinggi

Loading...
www www