Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
19 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
18 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
19 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
5
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Politik
18 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
19 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Loading...
Home  /   Berita  /   Pesisir Selatan

Warga Pesisir Selatan Sumbar Temukan Jasad Bayi di Tepi Sungai

Warga Pesisir Selatan Sumbar Temukan Jasad Bayi di Tepi Sungai
Penemuan jasad bayi di Pesisir Selatan. (Dokumen/Antara)
Rabu, 22 April 2020 21:37 WIB
PAINAN - Warga Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) digegerkan dengan penemuan jabang bayi tidak bernyawa di tepi sungai Aia Kalo-Kalo daerah setempat, Selasa (21/4/2020) sore.

"Kejadian pertama kali diketahui oleh dua remaja yang hendak mandi di sungai yang menjadi lokasi jabang bayi ditemukan," kata tokoh masyarakat setempat, Buya Hendri Ansyah di Painan, Rabu (22/4/2020)

Jabang bayi ditemukan dalam keadaan menelungkup. Sungai tempat ditemukan jabang bayi berada tidak jauh dari perbatasan antara Nagari Kampung Baru Korong Nan Ampek dengan Nagari Taratak Sungai Lundang.

Karena ketakutan akhirnya kedua remaja melaporkan hal tersebut ke masyarakat sekitar dan jabang bayi malang dievakuasi ke kantor nagari.

Tidak berselang lama aparat nagari, bidan nagari dan polisi pun datang dan selanjutnya memeriksa jabang bayi tersebut.

Hingga kini, aparat nagari dan bidan nagari tengah mendata warga setempat yang hamil dalam kurun waktu lima sampai enam bulan terakhir.

Warga setempat oleh pihak kepolisian juga diminta aktif mengamati warga lainnya, dan jika melihat adanya warga yang sakit-sakitan diduga seperti seorang wanita yang baru melahirkan agar segera melapor.

"Melaporkannya bisa langsung ke polisi atau ke kantor nagari dan identitas pelapor akan dirahasiakan," sebutnya.

Sebagai tokoh masyarakat di nagari setempat ia mengaku sangat menyesalkan kejadian itu, sehingga ia mendorong agar aparat kepolisian serius menangani hingga pelakunya diketahui.

"Setahu kami hal ini sebelumnya tidak pernah terjadi, untuk itu kami berharap polisi maksimal mengungkap pelakunya dan menjeratnya dengan hukuman maksimal," katanya lagi. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Sumatera Barat, Pesisir Selatan

Loading...
www www