Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
24 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
22 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
24 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
24 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
23 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   Pasaman Barat

Hari Pertama PSBB, Pasaman Barat Bentuk Tujuh Lokasi Cek Poin

Hari Pertama PSBB, Pasaman Barat Bentuk Tujuh Lokasi Cek Poin
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Gugus Tugas Penanganan Percepatan Corona Virus Disease (Covid-19) Pasaman Barat Edi Busti.
Rabu, 22 April 2020 09:40 WIB
SIMPANG EMPAT - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) membuat tujuh titik lokasi cek poin pada hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (22/4/2020).

"Tiga titik di luar posko perbatasan dan empat titik di perbatasan," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Gugus Tugas Penanganan Percepatan Corona Virus Disease (Covid-1) Pasaman Barat Edi Busti di Simpang Empat, Rabu (22/4/2020).

Ia mengatakan tiga lokasi cek poin itu berada di Simpang Empat, Ujung Gading dan Kinali.

Sedangkan empat lagi di posko perbatasan Kapundung Kinali, Ranah Batahan Sinuruik Talu Kecamatan Talamau dan Air Bangis perbatasan laut.

Ia menjelaskan nantinya di setiap lokasi cek poin tersebut setiap warga akan diperiksa suhu tubuh, identitas diri, dan ditanya keperluannya ke Pasaman Barat dan daerah yang ada di daerah itu.

Selain itu saja, akan ada pengecekan jumlah penumpang pada kendaraan. Nantinya setiap kendaraan hanya akan dibatasi maksimal mengangkut 50 persen dari total kapasitas.

"Bagi roda empat dibatasi penumpangnya dan pakai masker dan roda dua wajib pakai masker dan sarung tangan," katanya.

Selain itu juga menghentikan aktifitas warga di luar selama 14 hari diantaranya aktifitas belajar di sekolah, aktifitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di tempat ibadah dan kegiatan ditempat atau tempat umum.

Selain itu menghentikan kegiatan sosial dan budaya dan kegiatan orang dan barang menggunakan transportasi.

"Untuk dua hari pertama ini tim akan banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah," sebutnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Peristiwa, Sumatera Barat, Pasaman Barat

Loading...
www www