Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
21 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
23 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
23 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Tindak Kriminalitas Kian Marak di Saat Pandemi Corona, Pegiat Medsos Sarankan Polisi Patroli 24 Jam

Tindak Kriminalitas Kian Marak di Saat Pandemi Corona, Pegiat Medsos Sarankan Polisi Patroli 24 Jam
Selasa, 21 April 2020 00:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pegiat Medsos Darmansyah mengaku prihatin dengan ramainya unggahan kriminalitas di media sosial.

Salahsatu contohnya, yang bikin Darmansyah ketar-ketiryang munculnya video tindakan kriminal seperti perampokan di Alfamart Duren Sawit, dan video pelaku penjambretan handphone di Cakung yang ditembaki Tim Rajawali Polres Jakarta Timur, itu memang benar terjadi.

Menurutnya, belum ada video atau gambar hoax yang viral di media sosial tentang perampokan atau kejahatan lainnya. Sehingga ia memandang bahwa kejadian tindak kriminal dalam situasi pandemi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu karena minimnya pengawasan dari pihak kepolisian.

“Dua kasus tersebut, menurut saya lantaran pelaku kejahatan memanfaatkan situasi dimana jalanan sepi karena warga banyak di rumah aja selama masa PSBB. Ditambah lagi, minimnya patroli polisi di tempat-tempat rawan terjadi aksi kejahatan,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Ia menyarankan bahwa selama PSBB ini, polisi bisa lebih giat berpatroli di perkampungan, khususnya tempat-tempat sering terjadi pembegalan seperti Fly Over Bandengan perbatasan wilayah hukum Polsek Metro Penjaringan dan Polsek Tambora.

"Kalau bisa, polisi melakukan patroli minimal 1-2 jam sekali untuk mencegah terjadinya kejahatan. Bila perlu aplusan selama 24 jam bergantian. Karena selama ini yang terlihat selama masa PSBB, setiap pukul 22.00 WIB, polisi hanya berpatroli bersama Satpol PP untuk mengimbau warga pulang ke rumah masing-masing atau jangan berkumpul," tandasnya.

Ia menegaskan bahwa warga berharap selama PSBB, polisi lebih giat berpatroli dengan menggunakan mobil patroli memasuki perkampungan untuk mencegah aksi perampokan dan pencurian kendaraan bermotor.***


Loading...
www www