Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
22 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
21 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
23 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
22 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   Padangpanjang

Pulang Kampung, Warga Padang Panjang akan Dikarantina di Pusdiklat Baso

Pulang Kampung, Warga Padang Panjang akan Dikarantina di Pusdiklat Baso
Petugas yang bekerja di Pusdiklat Baso melayani warga yang akan dikarantina. (Foto Diskominfo Padang Panjang)
Selasa, 21 April 2020 13:21 WIB
PADANG PANJANG - Pusdiklat Kementerian Dalam Negeri yang berlokasi di Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat akan menjadi lokasi tambahan untuk karantina warga Padang Panjang yang akan pulang kampung di masa pandemi Covid-19.

"Kami sudah komunikasi dengan Gubernur Sumbar pada Minggu (19/4/2020) dan beliau menyambut baik rencana memanfaatkan Pusdiklat Baso untuk karantina warga," kata Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran di Padang Panjang, Selasa (21/4/2020).

Di Padang Panjang saat ini tersedia lokasi karantina warga di Balai Latihan Kerja (BLK) dengan 14 kamar dan Balai Benih Ikan (BBI) dengan 11 kamar.

Lokasi karantina tambahan sengaja disiapkan untuk langkah antisipasi dari perkiraan melonjaknya jumlah perantau yang akan pulang kampung jelang masuknya bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah.

Karantina sudah menjadi kebijakan Pemkot Padang Panjang yang harus dijalani perantau yang pulang kampung terutama jika datang dari daerah sudah terjangkit COVID-19.

"Ruang karantina tambahan itu kebutuhan mendesak karena yang di BLK dan BBI sudah penuh. Kami perlu antisipasi tren warga pulang kampung setiap jelang Ramadhan," katanya.

Sementara selain BLK dan BBI, Padang Panjang sebelumnya sudah menyiapkan Kampus MAPK di Islamic Center untuk lokasi karantina tambahan. Namun karena penggunaan Pusdiklat Baso sudah mendapat izin gubernur maka fasilitas itu yang akan lebih dulu dimanfaatkan.

Sekretaris Daerah Padang Panjang Sonny Budaya Putra menambahkan pada Senin(20/4) sudah diantar enam warga Padang Panjang yang baru pulang kampung ke Pusdiklat Baso.

Di lokasi itu, warga yang menjalani karantina akan mengikuti pemeriksaan kesehatan, disediakan konsumsi dan bimbingan aktivitas harian oleh tim kesehatan.

"Perlakuan untuk warga di Pusdiklat Baso sama dengan yang di BLK dan BBI. Harapan kami agar warga tetap nyaman," katanya.

Setelah habis masa karantina, warga bersangkutan akan dijemput lalu diantar kembali sampai ke rumahnya.

"Setelah itu baru dapat bertemu kembali dengan keluarga tanpa rasa was-was. Perlindungan ini kami harap menjaga masyarakat dari Covid-19," ujarnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Padangpanjang, Sumatera Barat, Pemerintahan, Peristiwa

Loading...
www www