Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
24 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
13 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
22 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
4
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
20 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
5
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
19 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
10 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Solok Selatan Perkuat Pemantauan Pendatang dan Perantau yang Mudik di Perbatasan

Solok Selatan Perkuat Pemantauan Pendatang dan Perantau yang Mudik di Perbatasan
Pelaksana Tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman. (HO-Humas Solok Selatan/Antara)
Senin, 20 April 2020 14:01 WIB
PADANG - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di Provinsi Sumatera Barat memperkuat koordinasi pada pos pengawasan daerah perbatasan dengan pemerintah nagari dan jorong. Pemantauan dilakukan untuk pendatang dan perantau yang mudik dari daerah penularan Covid-19.

"Penguatan manajemen ketersambungan antara pos perbatasan dengan pemerintah nagari dan jorong ini untuk mempermudah pengawasan orang-orang yang masuk daerah itu dan para perantau yang pulang kampung dari daerah terjangkit Covid-19," kata Pelaksana Tugas Bupati Solok Selatan Abdul Rahman di Padang Aro, Senin (20/4/2020).

Dia mengatakan bahwa kepulangan perantau susah dicegah mengingat kondisi di daerah rantau yang juga sulit pada masa pandemi Covid-19. "Ini jadi dilematis. Makanya kita tidak lockdown (mengunci wilayah), lebih memilih PSBB," ujarnya.

Berkenaan dengan persetujuan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Sumatera Barat, Abdul Rahman mengatakan bahwa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Solok Selatan akan membahas persiapan teknis penerapan kebijakan itu, termasuk persiapan pos-pos pengawasan perbatasan.

"Kita akan laksanakan SOP yang ditetapkan PSBB. Secara teknis hari ini akan kita bahas dengan Forkopimda agar bisa dilaksanakan di Solok Selatan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Solok Selatan bertetangga dengan daerah seperti Kabupaten Solok, Dharmasraya, dan Kota Sungai Penuh di Jambi yang sudah melaporkan kasus infeksi virus corona.

"Ini juga perlu kita waspadai. Kita harus memperbuat mekanisme pertahanan diri terutama di pos-pos perbatasan," katanya.

Abdul Rahman mengatakan, kalau PSBB diterapkan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dilarang keluar daerah. "Kalau tetap nekat, pasti ada sanksinya," ujarnya. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Solok Selatan, Sumatera Barat, Pemerintahan

Loading...
www www