Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
24 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
2
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
23 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
3
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
22 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
4
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
24 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
5
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
24 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
6
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Ekonomi
23 jam yang lalu
Rumah Tak Layak Huni Jadi Target Operasi dan Incaran TNI AD
Loading...
Home  /   Berita  /   Nasional

Seluruh Kota dan Kabupaten di Sumbar Terapkan PSBB Serentak Mulai 22 April Hingga 5 Mei

Seluruh Kota dan Kabupaten di Sumbar Terapkan PSBB Serentak Mulai 22 April Hingga 5 Mei
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wagub Nasrul Abit. (HO-Humas Pemprov Sumbar/Antara)
Senin, 20 April 2020 20:09 WIB
PADANG - Gubernur Sumbar Irwan Prayito mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh Sumatera Barat akan diterapkan 22 April sampai 5 Mei 2020 setelah ada kesepakatan dengan bupati dan walikota.

''Semua sepakat. Surat Keputusan (SK) penerapan PSBB juga sudah ditandatangani. Kita imbau masyarakat mematuhi semua aturan selama 14 hari ke depan," kata Gubernur Sumbar di Padang, Senin (20/4/2020).

Irwan mengatakan itu usai menggelar rapat koordinasi melalui sambungan video jarak jauh dengan 19 bupati dan wali kota di Sumbar.

Menurutnya, acuan penerapan kebijakan itu ada Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB. Aturan itu kemudian diturunkan dengan Peraturan Gubernur Sumbar Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Ia menjelaskan, Pergub sifatnya lebih umum, sementara aturan yang bersifat khusus berdasarkan kondisi spesifik kedaerahan diakomodasi melalui instruksi bupati/wali kota.

''Misalnya Mentawai karena memiliki kekhususan daerah kepulauan, butuh aturan lebih spesifik. Itu bisa dengan instruksi bupati asal tidak berlawanan dengan kebijakan umum dalam Pergub," kata dia.

Ia menjelaskan, sesuai Pergub Nomor 2020 selama PSBB, aktivitas setiap orang di luar rumah akan dibatasi, yaitu meliputi pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja dan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Kemudian kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, serta pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Irwan menyebut sebelum aturan itu diterapkan pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat benar-benar memahami dan dengan disiplin menjalankan PSBB.

Sebagian kebijakan itu sebenarnya sudah juga diterapkan saat ini di Sumbar, namun belum sepenuhnya berjalan.

Gubernur berharap, dengan penerapan PSBB yang disiplin selama 14 hari, penyebaran Covid-19 di provinsi itu benar-benar bisa dihentikan. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Nasional

Loading...
www www