Home  /  Berita  /  GoNews Group

Krisna Bayu: Covid 19 Jangan Sampai Bunuh Kreatifitas

Krisna Bayu: Covid 19 Jangan Sampai Bunuh Kreatifitas
Senin, 20 April 2020 20:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dampak wabah virus Corona atau Covid 19 terus melanda dunia tanpa ada kepastian kapan berakhirnya. Seluruh aktivitas terhenti termasuk kegiatan dunia olahraga. Bukan hanya even tingkat nasional dan internasional tetapi pelaksanaan Olympiade Tokyo yang semua digelar 2020 ditunda menjadi tahun 2021.

"Tak banyak yang bisa dilakukan dalam membangun prestasi olahraga di tengah Covid 19. Total seluruh kegiatan terhenti. Bukan hanya aktivitas latihan di klub-klub tetapi kegiatan even pun tak ada," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (Persambi), Krisna Bayu yang dihubungi melalui telepon selular, Senin (20/4/2020).

Dampak dari Covid 19 ini sangat besar terutama dalam program pembinaan atlet. Hal ini terkait dengan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah demi memutus panukaran virus yang banyak menelan korban. Namun, kata Krisna Bayu yang juga legenda judo Indonesia ini, masyarakat olahraga tidak boleh terlarut dengan hanya menunggu kapan virus ini berakhir.

"Pada prinsipnya kita memang harus mendukung seluruh kebijakan pemerintah dalam hal penanganan Covid 19. Tapi, kita juga kan harus memikirkan bagaimana pembinaan atlet terus berjalan," jelasnya.

Di tengah terhentinya kegiatan olahraga ini, Bayu panggilan akrab Krisna Bayu, mengusulkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat terobosan dengan mengajak induk-induk organisasi membuat blue print program pembinaan olahraga Indonesia ke depan yang akan dijalankan usai Covid 19.

"Jangan hanya karena Covid 19 lantas membunuh kreatifitas dan memutuskan komunikasi masyarakat olahraga dengan pemerintah. Alangkah baiknya, Kemenpora, KONI Pusat, National Olympic Committee (NOC) Indonesia dan PP/PB menjalin komunikasi lebh intes dalam upaya melahirkan Blue Print Pembinaan Olahraga Indonesia di tengah wabah Covid 19. Kita kan bisa memanfaatkan teknologi untuk membahas seluruh programnya," imbuhnya.

Berbicara masalah pembinaan olahraga Sambo, kata Bayu, pihaknya terus mendorong Pengprov Persambi di seluruh Indonesia mengikuti langkah yang dilakukan pelatda PON maupun pelatnas Olimpiade dengan menjalankan program latihan mandiri atau latihan tidak berada di ruang publik. "Kita terus mendorong agar pembinaan atlet sambo di daerah terhenti dengan cara menjalani latihan mandiri di bawah kontrol pelatih. Tagline Tiada Hari Tanpa Lathan itu akan kita gaungkan terus," katanya.

Memang, kata Bayu, program itu tidak bisa mencapai hasil maksimal mengingat tidak adanya pertandingan yang bisa digelar. Tetapi, jelas Bayu, atlet Sambo bisa menjaga kondisi fisiknya dan juga mematangkan pemahanan teknik selama menjalani latihan mandiri di bawah bimbingan pelatih yang digerakkan Pengprov Persambi se-Indonesia. ***


Ini Pesan Lukman Niode Buat Suryo Agung dan Lingling
JAKARTA -Ternyata sebelum meninggal dunia akibat Covid 19, legenda renang Indonesia Lukman Niode sempat menitip pesan dengan mantan sprinter nasional, Suryo Agung Wibowo dan mantan petenis meja putri nasional, Lingling Agustin. 
Pesan itu disampaikan rapat Indonesian Olympic Association (IOA) yang digelar virtual online, 8 April lalu. Dalam rapat itu, Lukman Niode selaku Wakil Ketua Umum IOA meminta Liling Agustin selaku Bendahara dan Suryo Agung (Kabid Movement) untuk mengembangkan IOA dan memajukan prestasi olahraga Indonesia. 
"Waktu itu mas Lucky meminta saya dan Suryo Agung agar mengembangkan IOA dan terus berkarya demi prestasi olahraga Indonesia ke depan. Saya sempat kaget dan bilang mas Lucky jangan begitu lah kan kita masih butuh bimbingan," cerita Lingling yang dihubungi melalui telepon selular, Jumat (17/4/2020).
"Saya sih tidak menanggapi. Tapi, mas Lucky tetap saja minta saya agar tidak menolak sembari menyebut dirinya sudah menghubungi Suryo Agung. Dan, Suryo Agung yang hadir dalam rapat virtual online itu pun mengiyakannya," tanbah Lingling Agustin. 
Pernyataan Lingling dibenarkan Suryo Agung. "Ya, mas Lucky memang memberikan pesan kepada saya dan Lingling agar IOA dikembangkan. Bahkan, saya juga diingatkan harus bisa mengembangkan prestasi olahraga lain dan tidak hanya terfokus dengan olahraga atletik saja," kata Suryo Agung yang dihubungi secara terpisah. 
"Saya juga sempat ngomong kan masih ada yang lain. Tapi, mas Lucky bilang sudah saatnya yang muda berkarya untuk membangun prestasi olahraga Indonesia ke depan," tambah pemilik rekor lari 100 M SEA Games dengan catatan waktu 10,17 detik. 
Baik Lingling maupun Suryo Agung merasa sedih dengan kepergian Lucky. "Saya merasa kehilangan. Mas Lucky itu banyak memberikan nasihat dan membimbing saya dalam berogranisasi. Mas Lucky itu sangat teliti dan jika saya melakukan kesalahan langsung  diperbaiki dengan memberikan penjelasan secara rinci sehingga saya paham," kata Lingling. 
"Saya juga merasa kehilangan. Mas Lucky juga banyak membimbing saya menjadi atlet dan mengajari tentang masalah organisasi serta pembinaan olahraga," timpal Suryo Agung yang kini menjadi pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Niat Tulus Lucky Belum Kesampaian
JAKARTA - Kepedulian legenda renang Indonesia, Lukman Niode terhadap wabah virus Corona atau Covid 19 tidak perlu diragukan. Sebelum meninggal dunia akibat Covid 19, Jumat (18/4/2020), Lucky panggilan akrab Lukman Niode sudah mempelopor lahirnya IOA Peduli Covid 19 dalam membantu penangangan Covid 19 pasca wabah menyerang Indonesia. 
"Mas Lucky yang pertama melontarkan ide IOA Peduli Covid 19 sejak wabah Covid 19 melanda Indonesia," kata Lingling Agustin, Bendahara Indonesian Olympian Association (IOA) yang dihubungi Jumat (8/4/2020).
Untuk mewujudkan keinginan itu, kata Lingling, IOA sempat mengajukan surat dukungan terhadap kegiatan IOA Peduli Covid 19 kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan, Budi Karya.
"Pak Menteri ESDM sudah janji akan membantu kegiatan IOA Peduli Covid 19. Begitu juga dengan pak Budi Karya. Sayangnya, niat tulus mas Lucky itu belum bisa terwujud. Apalagi, IOA batal audiensi dengan pak Budi Karya yang sudah terserang Covid 19. Sejak itu, bu Yayuk Basuki selaku Ketua Umum IOA menginstruksikan seluruh pengurus bekerja dari rumah (Work From Home) sesuai anjuran pemerintah," jelas Lingling.
Sakin ingin membantu agar wabah Covid 19 bisa cepat teratasi, kata Lingling, Lukie nekad menjadi relawan Covid 19 Kantor Staf Presiden (KSP). Bahkan, dia terjun langsung memasok Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis ke berbagai Rumah Sakit di Jakarta. 
"Saya sudah sempat melarang agar tidak terjun langsung memasok APD ke rumah sakit tetapi mas Lukie tetap saja nekad. Bahkan, dia bilang kalau saya ikut terjun langsung siapa yang mau," kata Lingling sembari menangis di ujung telepon saat dihubungi Jumat (17/4/2020). 
Soal keterlibatan Lucky mejadi sukarelawan Covid 19, kata Lingling, juga diketahui Perwakilan World Olympian Association (WOA) Asia, Malav Shroff (mantan atlet Layar India) saat rapat virtual online pengurus IOA yang digelar 8 April 2020 lalu.
"Semua peserta virtual online mendengar mas Lucky memberitahukan bahwa dirinya menjadi sukarelawan Covid 19 seperti yang dilakukan Malav Shroff di India. Dan, mas Lucky juga sempat mengingatkan Malov agar berhati-hati karena Covid 19 merupakan virus berbahaya," ujar Lingling.
Terlibatnya Lukman Niode dalam relawan KSP Peduli Covid 19 juga beredar dalam rekaman seseorang yang diterima melalui WhatsApp. Dalam rekaman itu, dia menceritakan Lukman Niode masuk dalam kelompok KSP yang menyalurkan barang-barang bantuan Covid 19 dari sumbangan para dermawan.
Dia juga mengingatkan agar kasus yang dialami Lukman Niode yang terpapar Covid 19 menjadi pembelajaran. "Pembelajaran penting dari kasus ini Lucky terpapar Covid 19 karena bolak-balik ke Rumah Sakit. Jadi, bukan karena aslinya dia sakit, Dan, ciri-cirinya bukan seperti Covid bahan dimulai dari sakit perut karena maag. Begitu diperiksa ternyata paru-parunya ada flek," katanya. ***

wwwwww