Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
12 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
11 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
19 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
19 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
5
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
11 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
19 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

BAZNAS Daerah Diminta Hindari Antrian Warga saat Penyaluran Bantuan

BAZNAS Daerah Diminta Hindari Antrian Warga saat Penyaluran Bantuan
(Foto: Ist./BAZNAS)
Senin, 20 April 2020 17:02 WIB
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat mengimbau, agar bantuan BAZNAS Daerah tidak diberikan dengan cara membuat antrian mustahik, tapi dengan mendatangi satu per satu ke rumah pihak-pihak yang perlu dibantu melalui amil dan relawan yang dimiliki BAZNAS Daerah.

Ini bukanlah imbauan pertama yang disampaikan BAZNAS Pusat kepada BAZNAS Daerah. BAZNAS Pusat menegaskan, penyaluran bantuan dengan membuat antrian massa sangat menyalahi aturan protokol pencegahan Covid-19.

"Contoh lah seperti yang dicontohkan BAZNAS Pusat," kata Direktur Utama BAZNAS RI, M Arifin Purwakananta kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Arifin menambahkan dalam kondisi pandemi seperti ini, perlu ditanamkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Untuk itu protokol pencegahan Covid-19 harus benar-benar dijaga dan dilaksanakan secara tertib oleh para pihak, khususnya tim yang berada di lapangan.

"BAZNAS Pusat membentuk tim Layanan Aktif BAZNAS, ini dimaksudkan memberikan contoh pemberian bantuan aktif mendatangi mustahik bukan membuat mustahik yang harus mendatangi kantor BAZNAS. BAZNAS juga kembangkan berbagai contoh program penyaluran zakat kepada BAZNAS daerah untuk dapat dijadikan model dan dikembangkan menurut kebutuhannya masing-masing," lanjutnya.

Hari ini beredar berita di sejumlah media mengenai antrian bantuan di BAZNAS Kabupaten Bogor. Pihak BAZNAS Kabupaten Bogor telah menyanggah pihaknya mengundang massa penerima bantuan. Pihaknya mengaku massa sempat mendatangi kantor BAZNAS Kabupaten Bogor.

Untuk menenangkan massa, akhirnya BAZNAS Kabupaten Bogor memberikan logistik yang ada di kantor BAZNAS Kabupaten Bogor kepada massa yang hadir. Arifin pun menyayangkan kejadian ini.

"BAZNAS daerah saya dorong dapat ikut mencegah pengumpulan massa dalam bentuk apapun untuk mencegah penyebaran virus, termasuk berkumpulnya mustahik. BAZNAS daerah diharapkan memberi bantuan aktif bukan pasif. Juga berhati-hati dalam komunikasi bantuan kepada pihak-pihak, maskipun dengan maksud koordinasi atau pendataan," kata Arifin.

Himbauan tentang larangan bantuan dengan membuat antrian sebenarnya telah jauh-jauh hari disampaikan oleh BAZNAS dalam banyak kesempatan. Hal ini untuk lebih memanusiakan para Mustahik.

Dalam pendistribusian misalnya bantuan Paket Logistik Keluarga, BAZNAS Pusat menerapkan sistem pendistribusian bantuan dilakukan langsung oleh amil dan relawan BAZNAS. Sebelum dilakukan pendistribusian, BAZNAS lebih dulu menurunkan tim assessment yang melakukan survei langsung ke lapangan, agar bantuan yang di berikan benar benar sesuai dengan warga yang membutuhkan. Bantuan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan Mustahik.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Peristiwa, Ekonomi, GoNews Group

Loading...
www www