Home  /  Berita  /  Peristiwa

235 Perantau Padang Panjang Pulang Dalam Kurun Waktu Sebulan

235 Perantau Padang Panjang Pulang Dalam Kurun Waktu Sebulan
Walikota Padang Panjang Fadly Amran beserta wakil Asrul. (antara/tangkapan layar saat jumpa pers daring bersama IJTI Sumbar)
Sabtu, 18 April 2020 08:55 WIB
PADANGPANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mencatat dalam kurun 15 Maret sampai 15 April 2020, sudah ada 235 orang perantau yang kembali ke daerah itu.

"Dalam satu bulan sudah 235 yang pulang. Kami sebelumnya sudah komunikasi dengan tokoh dan paguyuban perantau namun kondisinya tidak semua perantau bergabung dalam payuguban," kata Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran dalam jumpa pers daring yang diadakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat, Kamis (16/4/2020).

Kebijakan pemkot untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru di Padang Panjang yaitu memperketat pengawasan di wilayah perbatasan kota berjuluk Serambi Mekah itu.

Bagi warga yang datang dari daerah terjangkit diwajibkan melakukan karantina baik secara mandiri maupun memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemkot dan Pemprov Sumbar yaitu Balai Latihan Kerja (BLK) dengan 14 kamar dan Balai Benih Ikan (BBI) dengan 11 kamar.

Ads

Di fasilitas itu saat ini terdapat lima perantau yang sedang menjalani karantina. Bagi yang warga karantina di sana, disediakan fasilitas tempat tidur di tiap kamar dan kebutuhan konsumsi juga disediakan oleh pemerintah.

Mengantisipasi prediksi lonjakan perantau yang pulang kampung, pemerintah setempat segera mencari jalan keluar dengan bekerja sama dengan pihak lain yang bersedia menyewakan fasilitas yang dimiliki untuk keperluan karantina.

Fadly menerangkan saat ini di Padang Panjang belum terdapat kasus positif Covid-19 dan pemerintah berupaya untuk menjaga kondisi tetap demikian dengan pengawasan ketat di perbatasan.

Hingga Kamis(16/4) siang, daftar orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 111 orang di mana 87 orang di antaranya telah selesai menjalani masa karantina.

Selanjutnya pasien dalam pengawasan berjumlah lima orang dengan rincian satu orang negatif, dua orang isolasi di rumah, satu orang sudah menjalani rapid diagnostic test (RDT) dengan hasil negatif dan masih menjalani isolasi di rumah serta satu orang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang dengan hasil lab negatif. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Sumatera Barat, Padangpanjang
wwwwww