Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
7 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
19 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
4
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
5 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
5
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
20 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
6
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Bukittinggi Rancang Model Belajar dan Beribadah Selama Ramadhan

Bukittinggi Rancang Model Belajar dan Beribadah Selama Ramadhan
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi. (antara/ira febrianti)
Kamis, 16 April 2020 21:32 WIB
BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat merancang model belajar bermakna dan beribadah bersama keluarga untuk pendidikan bagi anak, jika selama Ramadhan 1441 Hijriah kondisi akibat wabah virus Corona masih belum membaik.

"Hari ini mulai kami bahas bersama Kemenag dan MUI Bukittinggi. Kita mencoba memaknai dan mengambil sisi positif dari dampak virus Corona terhadap pelaksanaan pendidikan anak dalam keluarga," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi Melfi Abra di Bukittinggi, Kamis (16/4/2020).

Dalam model belajar tersebut, orangtua dan anak diminta untuk memaksimalkan waktu bersama di rumah, misalnya dalam pelaksanaan shalat berjamaah, mengaji bersama, mendekatkan anak dengan kegiatan membantu orangtua di rumah dan lainnya.

Menurut Melfi, hasil yang diharapkan, untuk remaja perempuan terlibat aktivitas ibu di dapur, remaja laki-laki mengenal dan membantu tugas ayah di rumah, menghidupkan mendongeng untuk anak-anak jelang istirahat dan meningkatkan kebersamaan dalam aktivitas agama.

"Bagaimana bentuk kegiatan hariannya kami mulai rancang. Intinya dalam model belajar ini kita memperkuat pendidikan karakter di dalam keluarga, meningkatkan kualitas hubungan dalam keluarga," katanya.

Model belajar dan beribadah bersama keluarga itu, sekaligus menjadi pengganti pendidikan karakter berbasis akidah dan adat basandi syara' atau biasa disebut pesantren Ramadhan yang rutin dilaksanakan di bulan suci itu.

Sementara itu, pemerintah kembali memperpanjang masa belajar di rumah siswa hingga 30 Mei 2020 dan siswa akan kembali ke sekolah dijadwalkan 2 Juni 2020.

Karena kondisi "dirumahkannya" siswa dalam waktu dua bulan lebih terhitung sejak Rabu(19/3), ia menerangkan hal itu tidak perlu dirisaukan oleh orangtua dan anak mengenai ketuntasan kurikulum.

"Ketuntasan belajar kini tidak ada. Ujian untuk mengukur ketuntasan kurikulum tidak ada. Sebagai ganti dasar kenaikan kelas adalah portofolio nilai rapor dan prestasi sebelumnya," katanya.

Sementara terkait kelulusan, tidak dilaksanakan dalam bentuk ujian nasional melainkan portofolio nilai rapor dan prestasi siswa sebelumnya dengan dasar nilai dari lima semester terakhir.

"Jadi semester ini tidak dihitung. Namun demikian, setiap tugas yang diberikan guru pada siswa di masa pandemi ini tetap harus dikerjakan dengan baik dan diharapkan keterlibatan orangtua di dalamnya," katanya. (ant)

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Pendidikan, Pemerintahan, Sumatera Barat, Bukittinggi

Loading...
www www