Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
23 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
2
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
23 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
3
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
23 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
4
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
Umum
19 jam yang lalu
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
5
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
GoNews Group
23 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
6
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kasus Saddil Jadi Pelajaran Berharga Kara Iwan Bule

Kasus Saddil Jadi Pelajaran Berharga Kara Iwan Bule
Minggu, 05 April 2020 14:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta seluruh pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia harus bisa menjadi panutan dan tauladan. Karena itu setiap pemain harus bisa menjaga sikap dan prilaku yang baik di dalam maupun luar lapangan.

Hal itu dikatakan Mochamad Iriawan menanggapi kasus yang menimpa pemain tim nasional Saddil Ramdani. Saat ini, Saddil resmi berstatus sebagai tersangka pengeroyokan di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule mengungkapkan, kasus Saddil menjadi pembelajaran berharga agar hal serupa tidak terulang lagi kepada para pemain lain. Terlebih lagi, seorang pemain tim nasional harus menjadi contoh dan teladan bagi pesepakbola lain dan masyarakat secara luas.

"Dalam kasus ini Prinsip ‘equality before the law’ berlaku bagi semua warga negara Indonesia sesuai Pasal 27 UUD 1945 bahwa “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” tegas Iriawan.

Sebelumnya, pada Sabtu, 28 Maret 2020 lalu, Saddil Ramdani dilaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kendari melalui laporan yang tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/109/III/2020.

Pada Jumat, 27 Maret 2020, Saddil disangka melakukan penganiayaan kepada korban atas nama Irwan (25 tahun) di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, sekitar pukul 18.30 WITA. Dengan status tersangka, Saddil wajib lapor setiap mendapat panggilan dari Polres Kendari.

Kasatreskrim Polres Kendari, Muhammad Sofyan Rosyidi, membenarkan pembaruan status atas nama Saddil sudah naik dari penyelidikan ke tingkat penyidikan sebagai tersangka. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www