Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
23 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
2
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: Utamakan Insentif untuk Tim Medis Covid-19
3
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Bamsoet: New Normal Harus Bisa Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
4
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
Umum
19 jam yang lalu
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
5
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
GoNews Group
23 jam yang lalu
New Normal Menuntut Kreativitas Menjalankan Pembinaan Atlet
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi
Ketua Organda Sumbar Budi Syukur. (foto: ist/Langgam.id)
Kamis, 02 April 2020 19:46 WIB
PADANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (Sumbar) mengaku sudah menghentikan semua operasional bus antar provinsi milik 12 perusahaan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan intesitas masuknya pendatang dari luar ke Sumbar untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari Langgam.id, Ketua Organda Sumbar Budi Syukur mengatakan, penghentian operasional bus antar provinsi itu berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Termasuk, berlaku saat mudik Lebaran tidak boleh beroperasi.

“Kami sudah setop semua bus sejak tanggal 28 Maret 2020, (berlaku) sampai pemberitahuan selanjutnya. Pak Gubernur sudah mengirimkan surat ke perusahaan untuk setop operasi dulu,” kata Budi Syukur dihubungi Langgam.id, Kamis (2/4/2020).

Ia mengungkapkan, mayoritas perusahaan yang telah menghentikan operasional terhitung sejak tanggal 1 April 2020. Sebab, surat dari Gubernur Sumbar sampai di tangan para perusahaan tertanggal 30 Maret 2020.

“Kami mendukung penuh langkah pembatasan secara selektif di perbatasan itu. Semua kebijakan pemerintah provinsi organda mendukung,” ujarnya.

Diakuinya sebelum keputusan penghentian operasional, cukup banyak bus antar provinsi masuk ke wilayah Sumbar. Bus tersebut datang dari Jakarta, Bandung, Depok hingga Bekasi.

“Sebelumnya, semuanya itu masuk, ada sekitar 60 persen (okupansi). Pokoknya sekarang enggak ada cerita, tidak boleh beroperasi, termasuk saat mudik lebaran,” tegasnya. (Irwanda/ICA/LGM)

Editor : arie rh
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www