Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
GoNews Group
23 jam yang lalu
Waspadai Covid 19,  Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
2
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
GoNews Group
23 jam yang lalu
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
GoNews Group
24 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
GoNews Group
24 jam yang lalu
Pegawai KPK jadi ASN Dipastikan Bukan Suatu Pelemahan
5
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
GoNews Group
22 jam yang lalu
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Carol Renwarin Puji Johni Asadoma Yang Ingin Mundur Jika Gagal

Carol Renwarin Puji Johni Asadoma Yang Ingin Mundur Jika Gagal
Jum'at, 20 Maret 2020 18:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Keinginan Brigjen Pol Johni Asadoma yang ingin mundur sebagai Ketua Umum PB Pertina jika petinju Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020  mendaat pujian. Mantan pelatih tinju nasional, Carol Renwarin menyebut itu merupakan sifat ksatria sebagai olahragawan sejati.

"Saya memuji sifat ksatria Johni Asadoma sebagai mantan petinju nasional yang ingin mundur dari jabatan Ketua Umum PB Pertina jika memang tidak ada petinju Indonesia yang meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Dan, saya mendukung keinginannya itu," kata Carol Renwarin saat ditemui di Gedung KONI Pusat Jakarta, Rabu (18/3/2020). 

Carol Renwarin merupakan pelatih tinju lulusan terbaik yang mengantongi sertifikat Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA). Pria asal Papua ini merupakan pelatih Tinju Adriasus Taroreh dan Ilham Lahia saat menghadapi Olimpiade Seoul 1988. 

Pernyataan akan mundur dari Ketua Umum PB Pertina itu disampaikan Johni Asadoma pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenpora dan PB Pertina sehubungan bantuan dana pelatnas Olimpiade Tokyo di Media Centre Kemenpora Jakarta, Jumat (29/2/2020). 

"Kita sudah tiga kali pelaksanaan Olimpiade tanpa petinju. Makanya, saya akan mundur dari Ketua Umum PB Pertina jika memang tidak ada petinju yang lolos ke Olimpiade Tokyo," kata Johni yang juga Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) di hadapan para wartawan yang menghadiri acara MoU tersebut. 

Prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga  petinju ke perempat finalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000. 

Sebanyak empat petinju Indonesia sudah mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 untuk Asia-Oceania yang akan digelar di Amman, Yordania,  3-12 Maret 2020. Keempat petinju yang terdiri dari Mikhail Roberto Muskita (Menengah 75kg), Lucky Mira Agusto Hari (Bantam 57kg), Aldom Sugoro (Layang 52kg), dan Ratu Silpa Lau (Bulu 57kg putri) gagal meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. 

Kini, petinju Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa lolos pada Kejuaraan Tinju Dunia  sekaligus babak kualifikasi Olimpiade yang akan digelar di Paris, Perancis Mei mendatang. Namun, Johni merasa peluang untuk bisa meloloskan petinuu cukup berat. 

"Persaingan di kejuaraan dunia itu sangat berat karena lawan yang dihadapi petinju dari penjuru dunia. Di sini kita juga akan menerjunkan Farrand Papendang (Kelas Welter Ringan) dan petinju peraih perunggu Asian Games 2018, Uswatun (kelas Ringan 60kg putri)." ungkapnya. 

Untuk pelatnas Olimpiade Tokyo 2020, PB Pertina mendapat bantuan dana senilai Rp 5,2 miliar dari permohonan semula Rp 7,3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk biaya program pemusatan latihan hingga uji coba  ke luar negeri. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www