Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
5 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
5 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
6
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
4 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 2 2020

PSPS Jadikan Dana Subsidi Bayar Tunggakan Gaji Pemain

PSPS Jadikan Dana Subsidi Bayar Tunggakan Gaji Pemain
Rabu, 18 Maret 2020 16:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PEKANBARU - Tak ingin tersangkut dengan tunggakan gaji pemain pada musim 2018, Klub PSPS Pekanbaru memastikan akan membayarnya, Kepastian itu disampaikan Direktur Utama PSPS, Arsadianto Rahman pada Selasa (17/3/2020).

Ia menyebut PSPS tidak akan mengambil subsidi klub yang akan diterima di Liga 2 Indonesia 2020 sebesar Rp 1,150 Miliar. Seperti diketahui, bila PSPS tidak bisa menyelesaikan kewajiban ke pemain, maka klub berjuluk Askar Bertuah ini akan mendapat hukuman tidak dapat melakukan registrasi pemain selama 3 (tiga) periode pendaftaran pemain baru.

"Nominal subsidi tersebut akan dijadikan alat pembayaran pelunasan semua utang tunggakan gaji PSPS dengan para permain yang bersangkutan di putusan NDRC (National Dispute Resolution Chamber) dan APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia)," kata Arsadianto Rahman.

"Kami sudah memberitahu dan mengirimkan surat tanggal 9 Maret lalu kepada PSSI dan PT LIB terkait cara penyelesaian seperti ini. Kami meminta kepada PSSI agar sanksi berupa larangan melakukan proses pendaftaran pemain baik tingkat nasional maupun internasional paling lama tiga periode pendaftaran dicabut atau dihapuskan agar kami dapat melakukan registrasi pendaftaran pemain secara normal," tambahnya.

Arsadianto juga menyatakan bahwa pihaknya ingin mengajukan crosscheck bersama antara data yang diterima oleh APPI dari laporan para pemain dan fakta di lapangan soal pembayaran yang sudah dan belum dilakukan oleh manajemen PSPS. Hal ini disebabkan manajemen PSPS menemukan adanya sebuah angka yang tidak cocok.

PSPS Riau sudah menjalani pekan pertama Liga 2 2020 dengan hasil positif. Tim asuhan Raja Isa itu mengalahkan Semen Padang 3-0 di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai Pekanbaru, Minggu (15/3/2020).

Selain PSPS, juga terdapat empat klub yakni Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang, dan PSMS Medan yang saat ini masih berupaya menyelesaikan permasalahan tunggakan gaji pemain. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www