Loading...

Pengrov InaTeq Jateng Akan Bentuk Kepengurusan di Kabupaten/Kota

Pengrov InaTeq Jateng Akan Bentuk Kepengurusan di Kabupaten/Kota
Senin, 16 Maret 2020 19:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEMARANG - Pengurus Pusat (PP) Indonesian Teqball (InaTeq) mulai bergerak ke daerah. Kini, sebanyak 100 mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah mengikuti sosialisasi olahraga asal Hungaria tersebut.

Dalam sosialisasi yang dilakukan di GOR Kamiso Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes, Minggu (15/3/2020) itu, Ketua Umum PP InaTeq, Hellen Sarita de Lima yang didampingi Yunus Dartono (Anggota Binpres), Lola Winata (Bendahara), Diana Pattihahuan (Anggota Bidang Organisasi) dan Azhari (Humas) diterima langsung Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) InaTeq Jawa Tengah, Dr Eka Yuli Astuti, MMA.

''Olahraga ini mulai berkembang pesat di Indonesia pada 2017. Kemudian pada 2019 dibetuk kepengurusan pusat oleh Pak Erick Tohir sebagai kuasa pengembang teqball di Indonesia. Perkembangan olahraga ini sangat bagus dalam satu tahun ini kami bisa membentuk 11 kepengurusan di daerah-daerah salah satu di antaranya Jawa Tengah,'' tutur Ketua Umum PP InaTeq Hellen Sarita de Lima di sela-sela sosialisasi di FIK Unnes, kemarin.

Federasi Teqball Internasional (FITEQ), kata Hellen, sudah menjadi anggota Dewan Olimpiade Asia (OCA). Menjadi cabang resmi yang dipertandingkan pada Asian Beach Games China November 2020 dan Olimpiade Paris, Perancis 2024 sebagai cabang eksebisi. Karena itu, pihaknya menggenjot perkembangan olahraga ini untuk menjaring pemain potensial yang dipersiapkan untuk dua ajang tersebut.

''Selain fokus mengembangkan teqball di provinsi, kami juga mendorong perkembangan pelatih dan wasit di Indonesia melalui pelatihan. Demikian juga dengan pemain agar lebih paham tentang aturan permainan teqball ini. Kemudian usai lebaran akan menggelar kejurnas. Semoga saja situasi karena Covid-19 ini semakin membaik,'' tutur Hellen.

Ketua Pengprov InaTeq Jateng Eka Yuli Astuti mengatakan, sosialiasi digelar di Unnes karena mahasiswa/mahasiswi sangat potensial untuk mengembangkan olahraga ini. Tak menutup kemungkinan akan digelar di kampus-kampus lain. Fokus kerja saat ini adalah membentuk kepengurusan di kabupaten/kota.

''Tantangan saat ini adalah fasilitas latihan yang masih sangat terbatas. Kami masih mandiri dalam melakukan kegiatan. Harus diakui untuk meja teqball cukup mahal. Tapi, itu tak mengurangi semangat kami untuk mengembangkan olahraga ini. Kaum milenial sangat menyukai teqball,'' ujar Eka di hadapan mahasiswa yang cukup antusias mencoba olahraga teqball.

Kehadiran olahraga teqball di Jawa Tengah, kata Eka, cukup bagus karena memberikan kesempatan bagi atlet-atlet dari sepakbola, sepaktakraw dan futsal untuk bisa memperkuat tim nasional. ''Olahraga taqball kan masih baru berkembang. Jadi, atlet sepakbola, futsal maupun sepaktakraw berpeluang untuk menjadi atlet nasional teqball. Dan, saya yakin atlet teqball Indonesia bisa bersaing di kancah Asia maupun dunia ke depan,'' jelasnya.

Secara terpisah Yunus Dartono yang menjelaskan mengenai aturan pertandingan dan sistem penilaian olahraga teqball mengatakan, minat 100 mahasiswa-mahasiswi Unnes cukup besar terhadap olahraga teqball. ''Mereka cukup antusias dan cepat memahami. Saya yakin olahraga teqball bisa berkembang di Jawa Tengah,'' kata Yunus Dartono. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www