Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
18 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
17 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
17 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
18 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
5
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
18 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
6
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Politik
17 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ponaryo Singgung Pendirian NDRC Hingga Tunggakan Gaji Pemain Liga 2

Ponaryo Singgung Pendirian NDRC Hingga Tunggakan Gaji Pemain Liga 2
Ponaryo Astaman (tengah)
Selasa, 10 Maret 2020 20:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - PSSI terbuka dalam menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan. Hal itu ditunjukkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat menerima Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) di kantor PSSI Jakarta, Selasa, (10/3/2020).

Iriawan didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Sekjen Ratu Tisha Destria, dan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri. Adapun Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia dipimpin General Manager APPI, Ponaryo Astaman bersama Presiden APPI Firman Utina, Sekjen APPI Mohamad Hardika Aji, Head of Legal APPI Jannes Silitonga serta tiga anggota Komite Eksekutif APPI Bima Sakti, Ruben Sanadi, dan Riyandi Ramadhana.

Pada pertemuan ini, Ponaryo menyampaikan beberapa hal, di antaranya terbentuknya National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau badan penyelesaian sengketa nasional untuk mempermudah dan mempercepat pemain memperoleh keadilan di kasus yang berkaitan dengan persepakbolaan. “Sekarang tantangannya, bagaimana keputusan NDRC dapat diimplementasikan di tingkat klub,” kata mantan kapten timnas ini.

Ponaryo dan Firman juga mengangkat hal-hal terkait perlindungan pesepakbola Indonesia, seperti masih adanya keterlambatan dan tunggakan gaji pemain, terutama di klub-klub Liga 2 yang direncanakan mulai berputar akhir pekan ini.

APPI juga memperjuangkan pengampunan pada dua pemain yang mendapatkan hukuman seumur hidup dari PSSI, yakni eks pemain PSIS Semarang Fadli Manna terkait gol bunuh diri pada insiden sepakbola gajah 2014 dan mantan pemain PSMP Mojokerto Krisna Adi yang sengaja tidak mencetak gol saat mengeksekusi penalti di Liga 2 2018.

“Saya harus cek dulu, bagaimana kondisi mereka saat melakukan perbuatan yang mencoreng wajah sepak bola kita itu. Apakah memang sengaja dan mendapatkan imbalan, atau berada dalam tekanan,” kata Iriawan.

Selanjutnya, ia mempersilakan APPI bersama para pemain itu membawa bukti baru kasus ini kepada bidang yudisial PSSI.

Adapun Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto mengapresiasi langkah APPI membela dan mewujudkan kesejahteraan para pemain.

“Itu memang menjadi tujuan APPI memperjuangkan para pemain yang menjadi anggotanya. Sementara tujuan PSSI adalah memprofesionalkan klub-klub anggotanya,” kata Iwan Budianto.

Dalam kesempatan berikutnya, Iriawan juga menerima Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) yang diwakili Yeyen Tumena dan Bima Sakti. Yeyen menjelaskan berbagai program APSSI untuk meningkatkan kualitas pelatih Indonesia, serta memediasi kasus-kasus yang menimpa para pelatih.

“Kami berharap dengan banyaknya kursus yang diadakan PSSI, dunia kepelatihan Indonesia akan semakin maju. Nantinya, kami ingin tidak ada lagi pelatih asing di Liga 2,” kata mantan asisten pelatih timnas ini. ***

Kategori : GoNews Group, Olahraga

Loading...
www www