Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
2 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
2 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
2 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
3 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Politik
2 jam yang lalu
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Harga Emas Bisa Terus Naik jika Wabah Corona Tak Segera Usai

Harga Emas Bisa Terus Naik jika Wabah Corona Tak Segera Usai
Ilustrasi: logammulia.com
Senin, 24 Februari 2020 11:48 WIB
JAKARTA - Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengungkapkan, apabila kasus virus corona ini belum bisa terselesaikan, maka dalam kuartal I emas akan naik menyentuh level 1.760 dollar AS per troy ons.

Potensi kenaikan harga emas ini karena banyak investor beralih dari aset berisiko ke aset safe haven karena proyeksi ekonomi global yang akan melemah terdorong sentimen virus corona.

"Dan jika wabah meluas kembali di kuartal II maka harga emas akan melonjak ke 1.900 dollar AS per troy ons," kata Ibrahim, dikutip dari kompas.com, Senin (24/2/2020).

Ibrahim memproyeksikan dalam pembukaan pasar hari Senin, harga emas akan kembali menguat, ia mengatakan range pada hari ini adalah 1.635 dollar AS per troy ons sampai dengan 1.657 dollar AS per troy ons.

"Kalau seandainya harga emas terkoreksi semata-mata hanya untuk memberikan kesempatan untuk pelaku pasar untuk mengambil posisi di level bawah sehingga akan mendapatkan keuntungan," tambah Ibrahim dalam lansiran itu.

Kenaikan harga emas juga terdorong oleh beberpa faktor seperti data korban jiwa akibat Corona di Beijing yang sudah lebih dari 2.000 orang dan yang terinfeksi lebih dari 45.000 orang. Per Jumat, muncul angka 118 orang meningg dan 1.109 kasus baru.

Wabah virus corona telah menyebar dan kondisi bertambah buruk di luar China, dengan jumlah kasus di Korea Selatan yang naik hingga 200 orang, sementara penghitungan untuk Singapura dan Jepang mencapai 85 orang.

Pihak berwenang China menyesuaikan jumlah kasus untuk ketiga kalinya bulan ini, menimbulkan lebih banyak pertanyaan atas keandalan data yang di pake oleh pihak pemerintah China.

"Dengan memburuknya ekonomi global akibat virus korona, ada kemungkinan bank sentral global akan kembali menurunkan suku bunga dan menggelontorkan stimulus guna untuk menstabilkan perekonomian global," tambahnya.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Ekonomi

Loading...
www www