Loading...

Buka Olimpiade PPKn 9 di Riau, Syarief Hasan: Pancasila harus Menjadi Panduan

Buka Olimpiade PPKn 9 di Riau, Syarief Hasan: Pancasila harus Menjadi Panduan
Senin, 24 Februari 2020 16:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, didampingi Wakil Gubernur Riau Brigjen (purn) TNI Edi Natar Nasution, Wakil Rektor III Universitas Riau Prof. Dr. Iwantono, dan dekan FKIP Unri Prof. Dr. Mahdum melakukan pemukulan gong penanda dibukanya Olimpaide PPKn ke 9 Univeristas Riau tahun 2020.

Acara tersebut berlangsung di Ruang Serba Guna FKIP UNRI, Senin (24/2/2020).

Olimpiade PPKn UNRI ke 9 tahun 2020, ini diikuti 962 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar SLTA. Olimpiade, ini akan berlangsung pada 24-29 Februari 2020. Sedangkan, tema yang ambil dalam kegiatan tersebut, adalah Merajut kebhinekaan dan persatuan kesatuan dikalangan millenial.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR itu menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Olimpiade PPKn di UNRI yang sudah memasuki pelaksanaan ke 9. Pelaksanaan Olimpiade ke 9, ini menunjukkan kesungguhan Universitas Riau dalam memasyarakatkan Pancasila.

"Saya yakin, tidak mudah melaksanakan olimpiade PPKn hingga ke 9 seperti sekarang ini. Mudah-mudahan, pelaksanaan olimpiade ini, membantu generasi millenial untuk lebih mengenal dan memahami nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila," kata Syarief Hasan.

Kemajemukan yang dimiliki Indonesia, kata Syarief Hasan, ibarat pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan. Tinggal bagaimana generasi muda melihat tantangan tersebut. Namun, selama bangsa Indonesia menganggap bahwa NKRI adalah harga mati, niscaya keberagaman yang ada di Indonesia akan menjadi kelebihan bangsa Indonesia, dibanding negara-negara lain di dunia.

Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana bangsa Indonesia, termasuk generasi muda ikut menerapkan Pancasila. Pancasila harus menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya berhenti pada jargon-jargon yang sudah sering diucapkan berbagai pihak.

"Sejarah membuktikan, hanya NKRI sajalah yang sesuai bagi bangsa Indonesia. Karena selain itu, baik liberalisme maupun komunisme, semuanya hancur, tidak bisa bertahan di Indonesia," pungkasnya.***

Kategori : Pemerintahan, Politik

Loading...
www www