Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
16 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
16 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
3
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
12 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
4
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
12 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
5
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Internasional
24 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
6
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
6 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Usulan Kaya Nikahi Miskin, Komisi VIII DPR: Anjuran yang Baik, Tapi Tak Bisa untuk Kebijakan

Usulan Kaya Nikahi Miskin, Komisi VIII DPR: Anjuran yang Baik, Tapi Tak Bisa untuk Kebijakan
Jum'at, 21 Februari 2020 17:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dalam suatu ceramah, Menko PMK Muhadjir Effendi memberikan usulan pada Menag Fachrul Razi untuk membuat fatwa orang kaya menikahi orang miskin.

Meski disampaikan sebagai intermezzo dalam ceramah, pernyataan tsb ternyata mengundang beragam respon. Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina tak urung juga memberikan pendapatnya.

"Saya rasa itu statement yang baik. Hanya perlu dicatat, itu anjuran saja. Bukan usulan kebijakan. Kalau dibahas jadi kebijakan ya pasti jadi perdebatan," ungkapnya saat ditemui di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (21/02/2020).

Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai bahwa ranah tersebut bukan menjadi ranah yang harus diatur oleh Negara.

"Jodoh itu kan ditangan Tuhan, manusia seperti kita hanya berusaha. Masa mau diatur. Tidak pada tempatnya Negara masuk ke ranah privat sedalam itu," tambahnya.

Muhadjir sendiri di lain kesempatan sudah menyampaikan bahwa statementnya adalah intermezzo saja dari pidato panjang yang dia sampaikan.

"Fatwa bahasa Arabnya anjuran. Anjuran, saran. Silahkan saja (dimaknai)" kata Muhadjir.***


Loading...
www www