Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
24 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
24 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
3
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
23 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
4
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
Politik
22 jam yang lalu
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik Dalam Sidang Tahunan MPR
5
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
GoNews Group
8 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
6
Anthony Tanpa Kesulitan, Firman Mundur
GoNews Group
22 jam yang lalu
Anthony Tanpa Kesulitan, Firman Mundur
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ada Temuan Mineral di Dompu, CMEES Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi

Ada Temuan Mineral di Dompu, CMEES Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Ekonomi
Ilustrasi temuan emas di Dompu, Pulau Sumbawa, NTB. (Foto: Suara NTB/Ars)
Jum'at, 21 Februari 2020 11:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Direktur Center for Mineral and Energy Economics Studies (CMEES), Kurtubi, mendorong pemerintah untuk menindaklanjuti temuan cadangan mineral di Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Temuan cadangan mineral itu, dinilai Kurtubi sebagai potensi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) lokal yang mesti dioptimalisasi dengan perencanaan industri berbasis tambang yang baik.

Pemerintah, kata Kurtubi, berkewajiban untuk merencakan secara baik dan terintegrasi mulai dari upstream (penambangan), midstream (smelter) dan downstream (berbagai industri hilir yg memanfaatkan output smelter), "sekaligus perencanaan kebutuhan listrik untuk mendukung industrialisasi berbasis tambang,".

"Listrik yang dibutuhkan adalah listrik yang stabil 24 jam, bersih, aman dan cost yang kompetitif," kata Kurtubi sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis CMEES, Jumat (21/2/2020).

"Saya yakin ekonomi daerah NTB akan bisa lebih maju mengejar ketertinggalannya yang saat ini masih termasuk salah satu dari 10 Provinsi termiskin di Indonesia," ujar Kurtubi.

Tentunya, lanjut Kurtubi, rangkaian upaya menyiapkan industri tambang yang baik itu, juga termasuk merencanakan sektor-sektor pendukung yang juga perlu didorong untuk tumbuh. Seperti industri wisata, perhotelan, kuliner, UKM, ekonomi kreatif kerajinan tangan, dan lain-lain.

"Belajar dari tambang-tambang di daerah lain yang selama ini kurang memperhatikan pengembangan industri hilir, maka potensi tambang yg ada di P. Sumbawa, kita harap bisa direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi, sehingga kelak bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan vocal point berupa industrialisasi berbasis Tambang yang menjadi salah satu penggerak dalam mengurangi kesenjangan antar daerah," jelas Kurtubi.***


Loading...
www www