Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
14 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
14 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
7 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
6 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
11 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
6 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Edarkan Sabu, Ibu di Agam Ini Menangis saat Ditangkap Polisi

Edarkan Sabu, Ibu di Agam Ini Menangis saat Ditangkap Polisi
IRT pengedar narkoba menangis saat ditangkap polisi. (Foto: Okezone.com/iNews TV/Wahyu Sikumbang)
Rabu, 19 Februari 2020 19:17 WIB
BUKITTINGGI - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), ditangkap polisi karena diduga mengedarkan sabu dan ekstasi. Polisi menemukan dua paket sabu dan tiga pil ekstasi dari dalam kamar Roza Putri alias Kojak (33).

Dari informasi warga, tersangka kerap pesta narkoba bersama pelanggannya di rumahnya.

Dikutip dari Okezone.com, tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Bukittinggi pun menggerebek rumah di Kompleks Perumahan Singgalang, Jorong Kalumpang, Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa (18/2/2020) malam.

Di dalam kamar yang terletak di lantai dua, polisi menemukan tersangka Kojak sedang menemani dua anaknya tidur.

Mengetahui kedatangan polisi, tersangka yang kaget langsung menangis sambil memohon agar tidak ditangkap.

Ibu rumah tangga ini diduga baru saja mengonsumsi narkoba jenis sabu. Pasalnya, polisi menemukan alat hisap lengkap dengan sabu sisa pakai dalam kaca pirek, yang disimpan di belakang kulkas.

Penemuan barang bukti alat hisap dan sabu membuat tersangka Kojak berontak hingga membuat polisi terpaksa memborgol tangannya.

Saat penggeledahan, polisi menemukan tas pinggang milik tersangka berisi dua paket kecil sabu dan tiga butr pil ekstasi yang disimpan tersangka di dalam dompet kecil.

Kasat Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Novrizal Chan menyebutkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga yang resah dengan ulah janda beranak dua ini, yang rumahnya kerap tempat transaksi dan pesta narkoba.

"Ini memang target kami dalam operasi antik ini yang berinisial K, seorang perempuan ibu rumah tangga sebagai pengedar dan rumah nya sering digunakan untuk preman dan pemuda berkumpul. Warga sekitar sudah dua kali menasehati dan sempat menggerebek mereka pesta sabu, saat kami lakukan penangkapan kami mengamankan barang bukti 2 paket kecil sabu dan 3 butir ekstasi," kata Novrizal.

Sementara dari pengakuan tersangka yang menyebut pelanggannya sedang mengantar barang ke pembeli di Pasar Bawah, polisi langsung bergerak menuju lokasi.

Di emperan toko tak jauh dari Janjang Ampek Puluah, kawasan Pasar Banto, polisi melihat dua orang pemuda yang dicurigai. Saat ditangkap, kedua pemuda ini tak membantah sedang menunggu kurir narkoba mengantar narkoba yang mereka pesan.

Keduanya dibawa ke Mapolres Bukittinggi, namun kemudian dilepas karena tidak memiliki barang bukti. Sementara, tersangka Kojak bersama barang bukti dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. (okz)

Editor : arie rh
Sumber : Okezone.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www