Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
23 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
GoNews Group
12 jam yang lalu
Tuntut Denny Siregar Diadili, Ribuan Massa Forum Mujahid Gelar Aksi Bela Santri
3
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
GoNews Group
12 jam yang lalu
Forum Mujahid Pastikan Denny Siregar Ketemu Batunya di Tasikmalaya
4
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
GoNews Group
14 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
5
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
Politik
14 jam yang lalu
Bahas RUU HIP, Try Sutrisno dan Purnawirawan TNI Akan Temui Pimpinan MPR Hari Ini
6
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
Ekonomi
15 jam yang lalu
Meski Bersaing dengan Ribuan Makanan, Rendang Tetap Salah Satu Favorit Dunia
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Harga Bawang Putih Tinggi, Deddy Mulyadi Singgung Pengusaha Nakal

Harga Bawang Putih Tinggi, Deddy Mulyadi Singgung Pengusaha Nakal
Foto: Dok. KWP
Kamis, 13 Februari 2020 14:47 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Fraksi Partai Golkar Deddy Mulyadi mengungkapkan, kontur tanah di Indonesia memang tak banyak yang cocok untuk tanaman Bawang Putih, tapi tingginya harga komoditas ini tak lepas dari kenalakan para pengusaha.

"Alih-alih, bahwa yang menjadi problem kita itu adalah selalu terjadi kenakalan para pengusaha untuk membangun spekulasi harga. Ini kan yang seperti ini, yang terus-menerus terjadi," kata Deddy dalam diskusi bertajuk "Harga Bawang Putih Meroket, Rakyat Menjerit, Siapa yang Bertanggung Jawab?" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

"Jujur-jujuran saja," Deddy mengungkapkan, "bawang putih masih ada sekitar 130.000 ton di gudang-gudang para importir tahun yang lalu. Tinggal Satgas pangan sekarang operasi di seluruh daerah, kabupaten/kota dikerahkan, untuk mengetahui,".

"Kan barusan juga muncul lagi di salah satu media di Karawang. Mungkin bukan hanya disana tetapi masih ada dimana-mana," ujar Deddy.

Untuk itu, kata Deddy, mitra yang melakukan impor bawang putih harus terbuka kepada publik, "tidak boleh ada monopoli hanya beberapa perusahaan,".

"Sehingga publik bisa mengetahui, ini importirnya. Berapa puluh ribu ton yang diimpornya? Berapa ratus ribu ton? Setelah itu, gudangnya dimana saja?" tukas Deddy.

Dengan begitu, menurut Deddy, cukup bisa mencegah terjadinya spekulasi harga yang berdampak pada harga bawang putih di pasaran yang bisa mencapai Rp 60. 000 sampai Rp 70.000.

"Tinggal dibuat peta kok! Dijelasin! Kemudian di-posting di media sosial, orang mengetahui juga, selesai. Ini langkah yang berikutnya yang harus dilakukan," kata Deddy.

Itu bukanlah satu-satunya catatan Deddy soal Bawang Putih dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Direktur Perbenihan Hortikultura Ditjen Hortikulura Kementan, Sukarman, dan Sudaryatmo (Pengurus Harian YLKI).***


Loading...
www www