Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Politik
23 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
2
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai 'Angkat Bendera Putih', Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
Politik
16 jam yang lalu
Sekolah dan Kampus Swasta Mulai Angkat Bendera Putih, Tanda Indeks Pembangunan Manusia Jeblok
3
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
GoNews Group
13 jam yang lalu
Komisi Agama Kritisi Pelibatan TNI dalam Menciptakan Kerukunan Umat
4
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
Politik
23 jam yang lalu
Kementan Aneh Ya... Tak Ikut Urus Ketahanan Pangan, Kok Malah Produksi Kalung Corona
5
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
Politik
9 jam yang lalu
Tim Fakhrizal-Genius Lapor ke KPU Soal Verifikasi Faktual
6
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Padang
9 jam yang lalu
Semen Padang Buat Aplikasi Hemat Biaya Transportasi Hingga Miliaran
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Tayangan Asing di TVRI Cuma 0,06 Persen, Direksi Sebut Tak Sefantastis Laporan Dewas

Tayangan Asing di TVRI Cuma 0,06 Persen, Direksi Sebut Tak Sefantastis Laporan Dewas
Senin, 27 Januari 2020 20:39 WIB
JAKARTA - Direktur Program dan Berita TVRI, Apni Jaya Putra mengatakan, siaran program asing di TVRI sebenarnya sangat sedikit. Menurut Apni, porsi jam tayang program asing di TVRI sepanjang 2019 hanya 0,06 persen.

"Jumlah program asing yang tayang di TVRI bukanlah sefantastis seperti yang dilaporkan oleh Dewan Pengawas," kata Apni dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

"Tahun 2019, jumlah program asing yang tayang hanya 478 jam atau hanya 0,06 persen dari jumlah jam tayang TVRI yaitu 7.847 jam setahun atau kira-kira 8,000 jam per tahun," ujar dia.

Lagipula, menurut Apni, siaran program asing itu merujuk pada visi Dewan Pengawas yang menginginkan TVRI menjadi lembaga penyiaran publik (LPP) berkelas dunia.

"Dewas TVRI dalam visinya mengamanatkan TVRI sebagai worldclass public broadcasting. Karena itu TVRI membuka hubungan lagi dengan internasional, baik government to government maupun business to business," ucapnya.

Oleh karena itu, dia menyebutkan, kerja sama TVRI dengan menayangkan program Discovery Channel merupakan kebijakan strategis demi mewujudkan visi tersebut.

Selain Discovery Channel, Apni mengatakan TVRI juga membuka kerja sama dengan Deutsche Welle Jerman, China Media Group, dan NHK Jepang. Soal kerja sama dengan Discovery Channel, Apni menjelaskan TVRI membeli hak siar 200 jam untuk 2019 dan 100 jam untuk 2020.

"Kerja sama dengan Discovery adalah kerja sama strategis. TVRI membeli program 200 jam dengan harga 800 dollar AS per jam atau sekitar Rp 12 juta untuk tahun 2019 dan 2020 hanya 100 jam," kata Apni.

"Dalam MoU, Discovery bersedia mendistribusikan program terbaik TVRI, termasuk kerja sama produksi," ujar dia.

Menurut Apni siaran program asing seperti Discovery dan program olahraga berperan mengurangi jam siaran ulang di TVRI. Ia mengatakan, jumlah siaran ulang TVRI masih terlalu tinggi jika dibandingkan televisi swasta karena keterbatasan anggaran.

"Program asing dan live olahraga juga berkontribusi pada pengurangan nilai jam rerun TVRI," ucap Apni. "Jika tahun 2017 siaran ulang atau rerun sebanyak 55 persen karena keterbatasan anggaran, tahun 2018 berkurang menjadi 47 persen dan 2019 menjadi 45 persen," kata dia.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www