Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ma'ruf Amin: Ajaran Agama Sering Dimanipulasi untuk Kepentingan Duniawi

Maruf Amin: Ajaran Agama Sering Dimanipulasi untuk Kepentingan Duniawi
Jum'at, 24 Januari 2020 15:19 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri pertemuan Komite Eksekutif Centrist Democrat International (CDI) di Yogyakarta. Ma'ruf mengatakan menyinggung agama saat ini sering disalahartikan sehingga menimbulkan konflik dan perpecahan.

"Perkembangannya, ajaran agama sering dipahami secara keliru, bahkan dimanipulasi untuk kepentingan duniawi tertentu sehingga menjadikannya sebagai sumber konflik dan perpecahan," kata Ma'ruf Amin di Hotel Hyatt, Yogyakarta, Jumat (24/1).

Padahal, kata dia, agama diturunkan ke dunia untuk memberikan pencerahan agar manusia dapat mengatasi dan memecahkan permasalahan. Sehingga hidup dengan kedamaian.

"Nilai-nilai luhur agama tentang harmoni, kesetaraan dan perdamaian yang telah melahirkan peradaban unggul manusia pada era masa lalu," ungkap Ma'ruf.

Dia berharap diselaraskan kembali nilai-nilai luhur untuk para generasi muda sehingga mewujudkan hidup lebih baik dan sejahtera. Secara otomatis tercapailah perdamaian.

"Melalui forum yang mulia ini saya mengajak kita semua untuk ke depan secara bersama-sama mengembalikan agama ke tujuan awalnya, yaitu sebagai pembawa nilai-nilai harmoni, kesetaraan dan perdamaian," jelas Ma'ruf Amin.

Pertemuan internasional tersebut diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai tuan rumah. Dihadiri Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia, serta beberapa tokoh pimpinan partai politik, tokoh agama, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai budaya dan agama di Eropa dan Asia.

Diketahui PKB adalah salah satu partai yang tergabung dalam CDI. Tercatat ada 151 partai yang tergabung dalam forum tersebut. Di Eropa sendiri partai-partai yang tergabung menjadi pimpinan politik seperti Jerman, Australia, Belgia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan
wwwwww