Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
8 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
2
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
Peristiwa
9 jam yang lalu
Artis FTV Ditangkap Saat bersama Pria dalam Kamar Hotel di Medan
3
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
2 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
4
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Politik
20 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
GoNews Group
10 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Baru Pertama Kali... Bunga Rafflesia Cagar Alam Maninjau Mekar di Atas Pohon

Baru Pertama Kali... Bunga Rafflesia Cagar Alam Maninjau Mekar di Atas Pohon
Bunga Rafflesia yang mekar di pohon. (foto: BKSDA Sumbar/Langgam.id)
Jum'at, 24 Januari 2020 17:12 WIB
MANINJAU- Biasanya bunga Raffelesia tumbuh di tanah. Namun Raflesia yang mekar di Cagar Alam Maninjau kali ini menggantung di atas pohon. Bunga Rafflesia arnoldii tersebut mekar sempurna di akar yang tergantung di sebuah pohon medang setinggi 170 centimeter di atas tanah.
 

Dikutip dari Langgam.id, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra, mengatakan, hingga hari ini bunga tersebut masih mekar sempurna.

Lokasi persisnya, di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumaera Barat. “Padahal, biasanya bunga ini hidup di atas tanah,” katanya kepada Langgam.id, Jumat (24/1/2020).

Ia menyebut, bunga yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem itu mekar di pohon, kejadian sangat langka. Ini pertama kalinya ditemukan di Agam wilayah barat.

Sebelum mekar, posisinya yang di atas tanah membuat sejumlah pengunjung yang melihat sebelum mekar kaget. Mereka berencana akan melihat apabila mekar.

Ia mengatakan, bunga Rafflesia memang bisa tumbuh di pohon karena inangnya berupa tumbuhan akar jenis tetrastigma yang melilit batang pohon medang sampai pucuknya. Bakal bunga tumbuh di antara akar yang melilit batang pohon tersebut.

“Memang, Rafflesia itu merupakan bunga parasit, dia hidup di tumbuhan akar tetrastigma sp,” katanya.

Dijelaskannya, di Jorong Data Simpang Dingin terdapat dua tempat sebaran populasi bunga langka dengan jumlah knop 15. Diperkirakan, satu bulan lagi akan mekar.

Lokasi mekar bunga itu berjarak perjalanan 15 menit dari permukiman warga Data Aia Gadang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan.

Untuk menuju lokasi, BKSDA telah memasang rambu-rambu penunjuk arah, papan informasi, dan papan larangan. Sebelumnya, juga mekar dua knop atau bonggol bunga raflesia secara bersamaan dengan jarak sekitar lima meter.

Lokasi itu menurutnya ditemukan pada 2018 lalu dan secara intensif mulai dilakukan pemantauan dan pengawasan oleh BKSDA.

Sementara untuk lokasi Rafflesia Tuan-mudae berada di Cagar Alam Maninjau di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, telah ditutup untuk umum setelah mekarnya bunga itu pada awal 2020.

Penutupan dilakukan untuk pemulihan kondisi ekosistem alam setelah banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. (rahmadi/HM)

Editor : arie rh
Sumber : Langgam.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www