Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
2 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
2 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
2 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
3 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Politik
2 jam yang lalu
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Napak Tilas ke Bengkulu, LaNyalla Sempatkan Diri Salat Zuhur di Rumah Pengasingan Soekarno

Napak Tilas ke Bengkulu, LaNyalla Sempatkan Diri Salat Zuhur di Rumah Pengasingan Soekarno
Rabu, 22 Januari 2020 15:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BENGKULU - Beberapa kegiatan dilakukan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungan hari keduanya di Provinsi Bengkulu.

Mulai dari meninjau Pelabuhan Pulau Baai hingga dialog dengan para pengusaha yang tergabung dalam KADIN, IWAPI, HIPMI, hingga mampir ke Yayasan Pendidikan Najamuddin yang dikelola keluarga besar Wakil Ketua III DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin. 

Di sela kegiatan yang cukup padat tersebut, LaNyalla menyempatkan diri mampir ke rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Ia sempat melihat-lihat seluruh ruangan yang dihiasi beragam foto serta koleksi benda-benda milik Bung Karno.

LaNyalla bahkan menyempatkan diri untuk menunaikan Salat Zuhur. “Saya sempatkan napak tilas perjalanan perjuangan beliau di Bengkulu. Kebetulan pas tiba waktu Zuhur ya salat sekalian di rumah bersejarah ini,” ungkap LaNyalla, Selasa (21/1).

Ia langsung menuju halaman belakang rumah berarsitektur perpaduan Eropa dan China itu dan menimba air wudhu di sumur tempat sang Proklamator menimba air untuk keperluan sehari-hari.
LaNyalla kemudian menggunakan kamar Bung Karno untuk menggelar sajadah dan menunaikan salat. Belum sampai mengucapkan salam di akhir salat, hujan lebat mengguyur provinsi berjuluk 'Bumi Rafflesia' itu.

Diketahui, terdapat barang-barang peninggalan Sukarno di rumah tersebut. Mulai dari 300-an buku berbahasa Belanda di ruang kerja Bung Karno, 120 pakaian pentas sandiwara Monte Carlo, 22 koleksi foto, dan tempat tidur, serta satu sepeda ontel, hingga surat cinta Bung Karno untuk Fatmawati.

Rumah itu sendiri dibangun oleh seorang pedagang bahan bangunan kebangsaan China, Tjang Tjeng Kwai pada tahun 1918. Setelah Indonesia merdeka, rumah tersebut pernah dijadikan markas perjuangan PRI, rumah dinas AURI, stasiun RRI, dan kantor pengurus KNPI Dati I dan II. Hingga pada tahun 1994 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.***


Loading...
www www