Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
23 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Internasional
23 jam yang lalu
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
3
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
GoNews Group
23 jam yang lalu
Penderita  Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
4
Ombudsman Tutup Posko Pengaduan Virtual Covid-19, Apa Kabar Semangat Manajemen Krisis?
GoNews Group
21 jam yang lalu
Ombudsman Tutup Posko Pengaduan Virtual Covid-19, Apa Kabar Semangat Manajemen Krisis?
5
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Kurang Kompak Laksanakan Kebijakan
GoNews Group
20 jam yang lalu
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Kurang Kompak Laksanakan Kebijakan
6
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
GoNews Group
23 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Deny JA Minta Jabatan Komisaris PT Inalum ke Luhut, Gerindra: Tanda Rekayasa Survei Pilpres

Deny JA Minta Jabatan Komisaris PT Inalum ke Luhut, Gerindra: Tanda Rekayasa Survei Pilpres
Kamis, 16 Januari 2020 14:30 WIB
JAKARTA - Adanya rekayasa survei di Pilpres 2019 diindikasikan pernyataan bos LSI Denny JA di group WhatsApp sangat viral yang minta jatah komisaris PT Inalum.

"Nyasarnya “WA” pemilik lembaga survei ternama kpd Menko, tanda adanya rekayasa surpay di pilpres lalu,” kata politikus Gerindra Iwan Sumule di akun Twitter-nya @IwanSumule86.

Menurut Iwan, dugaan rekayasa survei Pilpres 2019 di mana pemilik lembaga survei yang sangat terkenal itu menuntut jabatan sebagai balas jasa menangkan Pilpres 2019.

Selain itu, ia menduga suap komisioner KPU yang sudah mengundurkan diri Wahyu Setiawan ada dugaan rekayasa pemilu dan pilpres 2019.

"Suap kepada komisioner @KPU_RI pun tanda adanya kecurangan di pemilu lalu,” pungkasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www