Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
GoNews Group
14 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
2
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
GoNews Group
24 jam yang lalu
Dua Unggulan Teratas Belum Terkalahkan
3
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Ekonomi
19 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
4
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
5
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
8 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
6
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
GoNews Group
20 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat
Beruang madu terjerat perangkap babi di Sumbar. (foto: BKSDA/detikcom)
Kamis, 16 Januari 2020 22:52 WIB

PASAMAN BARAT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor anak beruang madu yang terjerat perangkap babi. Perangkap itu dipasang warga untuk mencegah babi masuk ke perkebunan.

 

"Perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama babi yang mengganggu tanaman kebun warga, namun yang terjerat ternyata beruang madu," kata Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, Kamis (6/1/2020) seperti dikutip dari detikcom.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/1/2020) di perkebunan warga Roba Julu, Nagari Persiapan Situak Barat, Kecamatan Lembah Malintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Anak beruang madu berusia 1 tahun itu diduga sedang berjalan keluar dari kawasan hutan lindung bersama induknya saat terkena perangkap babi.

Tim BKSDA sempat kesulitan saat melakukan evakuasi. Tim yang berjumlah 5 orang itu beberapa kali mendapatkan ancaman dari induk beruang yang berjaga dan berusaha melindungi anaknya yang terjerat.

"Butuh waktu lebih dari 1 jam bagi kami untuk dapat memisahkan induk dari anaknya tersebut. Setelah induknya dapat dijauhkan dari anaknya, kita laksanakan anestesi atau pembiusan terhadap anaknya," ujar Ade.

Satwa langka tersebut terkena perangkap babi pada kaki kanan depan. Setelah jerat dilepaskan, tim medis melakukan pengobatan.

Tim BKSDA kembali melepaskan anaknya setelah sadar. Tim kemudian menggiring anak beserta induk beruang kembali ke kawasan hutan lindung setempat.

BKSDA mengimbau warga berhati-hati dan mengurangi aktivitas pada malam hari di sekitar lokasi kejadian. Beruang madu merupakan jenis satwa langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (haf/dtc)

Editor : arie rh
Sumber : detikcom
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Pasaman Barat

Loading...
www www