Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
16 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
3
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
14 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
4
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
20 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
5
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
14 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
6
Tok! Timja Pimpinan DPD RI Rekomendasikan Tolak RUU HIP
Politik
23 jam yang lalu
Tok! Timja Pimpinan DPD RI Rekomendasikan Tolak RUU HIP
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Waspadai Virus Demam Babi, Sumbar Perketat Pengawasan di Perbatasan Provinsi

Waspadai Virus Demam Babi, Sumbar Perketat Pengawasan di Perbatasan Provinsi
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto. (foto: M Hendra/Langkan.id)
Rabu, 15 Januari 2020 21:16 WIB
PADANG- Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memperketat pengawasan di daerah perbatasan pasca 30 ribu babi di Sumatera Utara (Sumut) yang terkena penyakit ASF (african swine fever) atau dikenal dengan demam babi pada Desember 2019 lalu. 
 

Dikutip dari Langkan.id, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto, mengatakan, pengawasan untuk mewaspadai masuknya virus ASF itu sangat penting karena Sumatera Utara dan Sumatera Barat merupakan daerah tetangga.

Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Mandailing Natal, merupakan daerah perbatasan antara kedua provinsi ini.

"Kita berkoordinasi bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kabupaten Pasaman. Jadi di setiap cek poin kendaraan yang masuk di Pasaman, petugas melakukan pengecekan setiap babi yang masuk ke Sumatera Barat," katanya, Rabu (15/1/2020).

Ia menyebutkan, virus demam babi itu tidak berbahaya bagi manusia, tapi mematikan bagi babi. Di Sumatera Barat ada satu daerah yang memiliki ternak babi, yakni di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Ke depan pihaknya akan melakukan cek kesehatan babi di sana, untuk memastikan apakah babi di sana sehat atau malah terkena virus ASF.

Tidak hanya di Mentawai, di Kota Padang jug a memiliki satu pasar yang menjual daging babi, sehingga perlu dilakukan uji petik daging babi di pasar tersebut. Tujuan hal tersebut dilakukan, karena Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang ingin memastikan bahwa daerah Sumatera Barat terbebas dari virus ASF.

Penularan virus ASF ini dapat melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Selain itu juga bisa dengan cara melalui serangga seperti kutu. Bahkan virus ini juga dapat bertahan hidup beberapa bulan dalam daging olahan, dan beberapa tahun dalam daging babi beku, sehingga produk daging menjadi perhatian khusus untuk penularan lintas batas. (m hendra/lkn)

 

Editor : arie rh
Sumber : Langkan.id
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Pasaman, Pasaman Barat

Loading...
www www