Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
16 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
2
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
3
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
14 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
4
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
Kesehatan
20 jam yang lalu
Ikut Mandikan dan Makamkan Jenazah Pasien Covid-19, Ratusan Warga Desa Diisolasi
5
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
Politik
14 jam yang lalu
PKS Targetkan Menang 60 Persen Pilkada di Sumbar
6
Tok! Timja Pimpinan DPD RI Rekomendasikan Tolak RUU HIP
Politik
23 jam yang lalu
Tok! Timja Pimpinan DPD RI Rekomendasikan Tolak RUU HIP
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Jelang Raker dengan DPR RI, BNPB Ungkap Jumlah Korban Jiwa Akibat Bencana

Jelang Raker dengan DPR RI, BNPB Ungkap Jumlah Korban Jiwa Akibat Bencana
Dok. BNPB
Selasa, 14 Januari 2020 13:50 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan jumlah korban jiwa akibat bencana alam hingga pekan kedua 2020 mencapai 60 orang.

"Tahun 2020 baru memasuki Minggu kedua, Januari korban di Jawa Barat, Jakarta dan Banten telah mencapai lebih 60 orang," kata dia usai mengunjungi Kantor BPBD Bali, Senin (13/1/2020).

Dia juga menyebut jumlah korban jiwa akibat bencana alam secara nasional di tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2019 mencapai sekitar 580 orang dan tahun 2018 jumlahnya lebih banyak karena gempa bumi NTB, tsunami Sulawesi Tengah dan Selat Sunda.

Hari ini, Selasa (14/1/2020), BNPB tengah dalam agenda rapat kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta. Rencananya, Raker BNPB dengan Komisi VIII DPR RI ini akan membahas; Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Anggaran APBN TA.2020; dan isu-isu aktual lainnya.***


Loading...
www www