Loading...

Satu Lagi Brimob jadi Korban Tembak di Nduga

Satu Lagi Brimob jadi Korban Tembak di Nduga
Dok. Ist.
Sabtu, 11 Januari 2020 11:22 WIB
JAKARTA - Seorang anggota Brimob Polda Maluku Bharatu Luki, dilaporkan tertembak di bagian paha dalam kontak tembak antara Brimob dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Suara tembakan terdengar beberapa kali dari arah Bandara Perintis Kenyam (Kampung Aluguru) dalam kontak tembak yang terjadi di wilayah Bandara Distrik Kenyam, Nduga Papua, pada Sabtu (11/12/2020), sekira pukul 06.47 WIT hingga pukul 06.54 WIT, itu.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata mengatakan korban, "korban akan dievakuasi ke Timika untuk perawatan" medis. Sementara para pelaku penembakan, masih dalam pengejaran.

Sebelumnya, 18 Desember 2019, anggota Brimob Polda Riau, Brigpol Hendra Saut Sibarani juga tewas di Dekai, Papua. Bukan dalam kontak senjata, melainkan pengeroyokan massa saat pengamanan kerusuhan di sana.

Pada Selasa (17/12/2019), kontak senjata juga terjadi antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan Satgas TNI-Polri di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, sekitar pukul 15.30 WIT.

Insiden ini, menyebabkan dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni, Lettu Inf. Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky, tewas. Saat ini, kedua jenazah dalam proses evakuasi.

Insiden ini terjadi saat Satgas Gakum TNI-Polri melakukan patroli pengamanan di tempat yang menjadi basis kegiatan KKB. Patroli pengamanan memang ditingkatkan, menyusul adanya laporan warga Sugapa bahwa ada intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemeriksaan, dan perampasan, serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKB, pada warga di momen persiapan perayaan Natal 2019.

KKB juga disebut melakukan penembakan terhadap tiga tukang ojek pada bulan Oktober 2019, lalu.

Pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang menewaskan dua prajurit TNI tersebut. Saat ini, Satgas Gakum TNI-Polri masih mengejar KKB yang diduga melarikan diri ke hutan.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Hukum

Loading...
www www