Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
22 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
2
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
22 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
21 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
11 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
18 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
20 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh
Selasa, 31 Desember 2019 19:55 WIB
JAKARTA - Ratusan karyawan outsourcing anak perusahaan PT Garuda Indonesia melakukan aksi mogok kerja 30-31 Desember 2019 lantaran protes terhadap pemecatan empat rekannya.

Mereka merupakan pekerja outsourcing PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) yang dipekerjakan di PT Gapura Angkasa di mana perusahaan ini merupakan anak perusahaan Garuda.

Keempat karyawan yang dipecat adalah Mey Hardie, Abdul Rohman, Majid bin Adung, dan Sugi Haryanto yang ditempatkan sebagai petugas Ground Support Equipment (GSE) atau ground handling Garuda Indonesia.

"Surat pemutusan itu dilayangkan sebelum habis kontrak per tanggal 31 Desember 2019. Tapi sebelum ada surat pemutusan, kami memang melayangkan surat untuk melakukan perundingan terkait pengangkatan karyawan tetap terhadap pihak Gapura. Tapi pihak sana (Gapura Angkasa) tidak menanggapi, hingga ketiga kalinya baru ditanggapi dan kami menolak atas dasar hukum," kata salah satu karyawan, Mey Hardie di Bandara Mas, Kota Tangerang, Selasa (31/12).

Atas pemutusan tersebut, ia dan ketiga rekannya beserta kurang lebih 200 pekerja melakukan aksi mogok kerja agar perusahaan tersebut menanggapi.

"Memang sih, ketika nantinya kontrak kami habis di Gapura Angkasa, kami akan dapatkan kerja lagi, tapi itu tidak tahu di mananya. Makanya, kami gelar aksi ini," ujarnya dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOLBanten.

Dalam aksinya, massa memberikan peringatan kepada perusahaan agar memberikan kejelasan. Bukan tanpa alasan, aksi mereka itu dikhawatirkan akan mengganggu layanan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau begini dampaknya luas, layanan di bandara bisa terganggu makanya kami harap bisa cepat ditanggapi," tandasnya.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi

Loading...
www www