Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan Tarif Listrik 900 VA, PLN Didorong Efisiensi

Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan Tarif Listrik 900 VA, PLN Didorong Efisiensi
Ilustrasi: Zul/GoNews.co
Minggu, 29 Desember 2019 10:18 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pemerintah memastikan "Belum," ada kenaikan tarif listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) bagi Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai 1 Januari 2020, karena menimbang stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

"Kita jaga kestabilan dulu," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/12/2019).

"Kita," kata Arifin, "masih melakukan pendataan yang lebih detail supaya tidak salah sasaran. Sampai PLN siapkan dengan data-data (pelanggan 900 VA, red)-nya. Kan harus lewat banyak (lembaga) ini," ujarnya.

Nantinya, pendataan pelanggan PLN akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah pelanggan golongan Rumah Tangga Mampu.

Berdasarkan data PLN per 31 Oktober 2019, jumlah pelanggan 900 VA - RTM tercatat sebanyak 22,1 juta. Pada 2020, jumlah pelanggan diproyeksikan sebanyak 24,4 juta.

Untuk tarif listrik golongan 900 VA RTM yang bersubsidi dikenakan sebesar Rp 1.352 per kilo Watt hour (kWh) dengan jumlah pelanggan mencapai 24,4 juta pelanggan.

Sementara, tarif golongan non subsidi dengan daya 1.300 VA hingga 6.600 VA ke atas, dipatok Rp 1.467,28 per kWh.

Arifin mendorong PLN supaya mampu meningkatkan efisiensi. Menurutnya, "masih banyak yang bisa dihemat,".

"Kami arahkan segera dikonversi ke energi murah. Dengan begitu bisa lebih efisien," katanya.

Sejalan dengan itu, regulasi terkait perpanjangan kebijakan harga batu bara khusus di dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) juga akan dipersiapkan.

Target DMO diputuskan tetap 25 persen dari produksi batu bara dan harganya 70 dollar AS per ton.***


wwwwww