Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
7 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
22 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
23 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
22 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
5
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
7 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
6
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
22 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group
PVMBG Kirim Surat ke Gubernur Sumbar, Wako Bukittinggi, Bupati Agam dan Tanah Datar

Masih Berstatus Waspada, Warga Dilarang Mendekati Puncak Gunung Marapi

Masih Berstatus Waspada, Warga Dilarang Mendekati Puncak Gunung Marapi
Gunung Marapi saat ini. (foto: vsi.esdm.go.id)
Minggu, 29 Desember 2019 22:32 WIB
PADANG- Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi Bukittinggi, Teguh Purnomo atas nama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berkirim surat kepada Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, Wali Kota Bukittinggi, Bupati Agam dan Bupati Tanah Datar.
 

Dalam surat tertanggal 28 Desember 2019 tersebut, Teguh merekomendasikan larangan pada masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan kegiatan atau mendekati Marapi pada radius 3 kilometer dari kawah atau puncak.

"Tidak dibolehkan berkegiatan dan mendekati Marapi pada radius 3 kilometer dari kawah atau puncak,” tulisnya, dalam rekomendasi surat itu seperti dikutip dari Langgam.id, Minggu (29/12/2019).

Hal tersebut, berdasar pengamatan visual, instrumental dan evaluasi potensi bahaya Gunung Marapi hingga 27 Desember 2019. “Gunung Marapi masih berada pada tingkat aktivitas level II (waspada).”

Menurut Teguh, level tersebut sudah ditetapkan sejak 3 Agustus 2011 pukul 11.00 WIB. Setelah itu terjadi beberapa kali erupsi. “Erupsi terakhir pada 2 Mei 2018, pukul 08.31 WIB. Erupsi berupa abu dari kawah Verbeek, berwarna kelabu tebal dengan ketinggian 4.000 meter,” tulisnya.

Tipe erupsi gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu umumnya berupa erupsi eksplosif pada kawah puncak.

Pemantauan visual aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang secara administratif terletak di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam itu, dilakukan dari Pos PGA di Bukittinggi.

Kegempaan di Gunung Marapi yang terekam pada 1-27 Desember 2019, terjadi 1 kali gempa hembusan, 2 kali gempa tornillo, 2 kali gempa vulkanik dalam, 36 kali gempa tektonik lokal dan 41 kali gempa tektonik jauh.

“Kegempaan didominasi gempa tektonik dengan jumlah tidak signifikan. Kemunculan gempa tornillo mengindikasikan adanya aktivitas hidrotermal. Jumlah dan jenis gempa vulkanik ini akan terus dipantau untuk mengantisipasi gejala kenaikan kegiatan,” tulisnya. (*/ss)

Editor : arie rh
Sumber : Langgam.id
Kategori : GoNews Group, Umum, Sumatera Barat, Bukittinggi, Agam, Tanah Datar

Loading...
www www