Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
Dharmasraya
12 jam yang lalu
Polisi Tangkap Wali Nagari Diduga Pelaku Tambang Ilegal di Dharmasraya
2
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
Peristiwa
12 jam yang lalu
Sehari Sebelumnya tak Dibelikan Paket Internet, Esoknya Pemuda di Solsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar
3
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
5 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
4
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
4 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
5
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
9 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
6
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
4 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Harimau Berkeliaran Dekat Permukiman di Lubukbasung, BKSDA Pasang Kamera Penjebak

Harimau Berkeliaran Dekat Permukiman di Lubukbasung, BKSDA Pasang Kamera Penjebak
Petugas BKSDA Sumbar dan Polres Agam memasang kamera penjebak harimau yang berkeliaran di dekat pemukiman warga di Agam. (foto: BKSDA Agam/kompas.com)
Minggu, 29 Desember 2019 19:16 WIB
PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Kepolisian Resor Agam memasang tiga unit kamera penjebak untuk memantau pergerakan harimau Sumatera di Cumateh, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam.

Dikutip dari Kompas.com, pemasangan itu dilakukan pada Sabtu (28/12/2019) hingga Senin (30/12/2019) untuk mencari tahu dan mendapatkan gambaran visual keberadaan harimau Sumatera yang memangsa anak sapi milik warga di kawasan dekat perumahan.

"Kita pasang camera trap atau kamera jebak di tiga lokasi yang ditemukan jejak kaki atau jalur perlintasan satwa yang diduga jenis harimau Sumatera," ujar Kepala Seksi Konservasi wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan yang dihubungi Kompas.com, Minggu (29/12/2019).

Menurut Khairi, jika dari pengamatan camera trap satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi, maka akan dilakukan tindakan evakuasi berupa pemasangan perangkap.

"Jika berhasil ditangkap maka satwa akan direhabilitasi atau lepas liar ke dalam salah satu kawasan konservasi yang berada di Sumbar," kata Khairi.

Menurut Khairi, pada Rabu (25/12/2019) lalu, anak sapi milik warga yang bernama Wismardi diterkam harimau.

Anak sapi itu diterkam saat digembalakan bersama sembilan sapi lainnya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Cumateh.

Wismardi kemudian melapor ke kepolisian dan BKSDA karena menemukan jejak kaki satwa yang diduga harimau.

"Tim BKSDA Sumbar dan Polres Agam langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki yang diduga merupakan tapak kaki satwa harimau Sumatera," kata Khairi.

Tim gabungan selanjutnya melaksanakan patroli di sekitar lokasi yang tidak jauh dari permukiman warga tersebut.

Mereka juga melakukan sosialiasi kepada warga agar waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas serta melakukan pengamanan berupa memasukan ternaknya ke dalam kandang. (kpc)

Editor : arie rh
Sumber : Kompas.com
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat, Agam

Loading...
www www