Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
21 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
21 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
20 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
17 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
10 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Musim Liburan, Sumbar Diserbu Wisatawan, Pedagang Jangan Naikan Harga Semena-mena

Musim Liburan, Sumbar Diserbu Wisatawan, Pedagang Jangan Naikan Harga Semena-mena
Jalur wisata mangrove yang sedang dibangun di Nagari Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (25/10/2019). (foto: Antara/Iggoy el Fitra/republika.co.id)
Selasa, 24 Desember 2019 22:28 WIB
PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengingatkan para pedagang di daerah itu untuk tidak menaikkan harga secara semena-mena saat musim liburan akhir tahun ini karena akan merusak citra daerah itu sebagai tujuan wisata.

"Harga produk yang dijual harusnya sama saat musim liburan atau tidak. Jangan aji mumpung," katanya seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (24/12).

Menurutnya, pedagang juga harus menyiapkan papan harga yang bisa dipedomani oleh wisatawan. Papan harga itu diletakkan di tempat yang mudah dilihat sehingga wisatawan lebih nyaman saat berbelanja.

Dia mengatakan, sejumlah tempat kuliner di Kota Padang yang telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah daerah bisa menjadi contoh. Selain pelayanan yang baik, tempat kuliner itu memampangkan daftar harga. Wisatawan yang merasa kurang puas bisa membandingkan langsung antara struk belanja dengan daftar yang terpampang.

Nasrul mengatakan, pariwisata adalah salah satu sektor yang diharapkan menjadi pemutar roda perekonomian Sumbar. Potensi destinasi, seni budaya dan kuliner yang luar biasa sangat mendukung. Sayangnya, perilaku buruk pedagang yang menaikkan tarif harga secara semena-mena kadang masih terjadi terutama pada musim liburan.

Praktik itu bisa merusak citra Sumbar di mata wisatawan sehingga mereka enggan untuk berkunjung kembali. Hal itu akan sangat merugikan daerah yang berharap banyak pada jumlah kunjungan wisatawan.

Pada 2019 ini, Pemprov Sumbar manargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 57.087 orang dan wisatawan domestik sebanyak 8.476.724 orang. (rep)

Editor : arie rh
Sumber : republika.co.id
Kategori : GoNews Group, Umum, Ekonomi, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www