Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
13 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
12 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
20 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
12 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
5
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
20 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
20 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Kubu Wiranto Diminta Tak Bikin Gaduh, Para Pendiri Hanura Bersiap Perkarakan

Kubu Wiranto Diminta Tak Bikin Gaduh, Para Pendiri Hanura Bersiap Perkarakan
Senin, 23 Desember 2019 15:53 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Para pendiri partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) berkumpul di kantor DPP Partai Hanura di Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019). Mereka menegaskan sikap atas pernyataan "tidak benar" dari kubu Mantan Ketua Umum Hanura, Jenderal Purn. TNI Wiranto terkait gelaran Munas III Hanura, 17-19 Desember 2019 lalu yang disebut "abal-abal".

"Para pendiri mengimbau, poros Bambu Apus untuk tidak lagi membuat pernyataan politik yang tidak benar karena dikhawatirkan akan mengganggu situasi politik," kata Yus Usman, salah satu dari para pendiri Hanura yang hadir.

Di lokasi yang sama, pendiri lainnya menyatakan, "saya ingin pernyataannya ini bisa diproses secara hukum. Jangan kemudian orang yang punya kedudukan di negara ini, ngomong sembarangan,".

"Menurut saya kalau itu benar-benar tidak benar, pantas banget kalau kami melakukan itu (pelaporan hukum, red)," tegas pendiri yang juga menjabat Sekjen di PERADI itu.

Terkait rencana pelaporan pernyataan kubu Wiranto ini, Yus Usman mengaku pihaknya masih dalam tahapan mengkaji dan mencari strategi. Yang pasti golnya adalah, tidak lagi ada pernyataan-pernyataan yang membuat gaduh suasana politik.

Para pendiri tak terima ketika penyelenggaraan Munas III Hanura disebut abal-abal karena faktanya, Munas itu dihadiri oleh DPD Hanura dari 34 Provinsi dan 514 DPC.

"Dan itu diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura yang sah, yang punya legalitas," kata Yus.

Para pendiri juga menyinggung posisi jabatan Dewan Pembina-jabatan yang disebut bahwa Wiranto menyatakan mundur dari jabatan itu. Bagi Hanura, tak ada jabatan Dewan Pembina karena plot jabatan itu tak tercantum dalam AD/ART Partai Hanura sejak Oesman Sapta Odang (OSO) menjabat Ketum Hanura secara aklamasi melalui Munaslub beberapa tahun lalu.

"AD/ART oleh Munaslub waktu itu terlambat diterima Departemen Hukum, sehingga yang dipakai adalah AD/ART Munas solo. Dalam AD/ART Munas Solo tidak ada Dewan Pembina," jelas Yus.

Yus tak menampik bahwa Wiranto berperan dalam menjadikan OSO sebagai Ketua Umum kala Munaslub lampau. Ia menuturkan, "Pak OSO kan memang tidak mau waktu itu, tapi mungkin Pak Wiranto kemudian mengkondisikan, terpilihlah secara Aklamasi dalam Munaslub,".

Terkait Pakta Integritas yang katanya disinggung Wiranto, Yus pun menjelaskan, "kebetulan saya waktu itu adalah pimpinan sidang Munaslub, tidak ada pernah dibahas Pakta Integritas itu, dan itu bukan bagian dari keputusan Munaslub,".

Demi menjaga kondusifitas Partai Hanura, para pendiri pun berupaya agar para pendiri yang saat ini masih ada di kubu seberang, untuk bisa diakomodir oleh kepemimpinan OSO yang kembali dikukuhkan, lagi-lagi secara aklamasi dalam Munas III Hanura beberapa hari lalu.

"Sepanjang patuh dan taat pada AD/ART Partai," pungkas Yus.

Sebelumnya, kubu Wiranto, Chairuddin Ismail, berencana menggelar Musyawarah Nasional tandingan. Langkah yang diambil setelah Munas yang digelar kubu Oesman Sapta Odang (Oso) dinilai menyalahi aturan dan disebut abal-abal.

"Nanti setelah terbentuk semua kita adakan Munaslub, karena munas yang kemarin juga seharusnya menurut saya itu ya belum (absah)," kata Chairuddin di Jakarta, Rabu (18/12/2019).***

Kategori : GoNews Group, Politik

Loading...
www www