Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
Ekonomi
11 jam yang lalu
Hj. Yemmelia Sarankan Pemko Bukittinggi Batalkan Sistem Sewa dan Bantu Koperasi Pedagang
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Peristiwa
12 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
4
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Peristiwa
9 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
9 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
9 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Loading...
Home  /   Berita  /   Hukum

Dianiaya Massa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal di Papua, Begini Kronologis Kejadiannya

Dianiaya Massa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal di Papua, Begini Kronologis Kejadiannya
Brigpol Hendra Saut Sibarani. (sindonews)
Rabu, 18 Desember 2019 19:40 WIB
PAPUA - Anggota Brimob Polda Riau BKO Polda Papua Brigpol Hendra Saut Sibarani, meninggal dunia akibat dianiaya massa di Yahukimo, Papua, Rabu (18/12/2019) siang.

Anggota Polres Yahukimo Bripda Agustinus Nabu juga menjadi korban amukan warga. Dia mengalami luka pada bagian telinga sebelah kanan akibat terkena lemparan batu.

Berdasarkan siaran pers Bidang Humas Polda Papua, Rabu, berikut kronologis peristiwa penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Brigpol Hendra Saut Sibarani.

Pada pukul 11.23 WIT, saat anggota Polri melaksanakan piket penjagaan di Mapolres Yahukimo, dilakukan penyelesaian masalah kesalahpahaman antara Camat Distrik Lolat dengan masyarakat Lolat.

Pukul 11.27 WIT, saat proses penyelesaian berjalan, salah seorang warga buang air kecil di samping penjagaan Mapolres Yahukimo. Kemudian datang salah seorang anggota penjagaan bernama Bernard Jek, langsung menegur pemuda tersebut. Teguran itu dibalas oleh pemuda itu dengan kasar, bahkan memaki anggota polisi dengan kata-kata kasar.

Selanjutnya terjadi pertengkaran mulut antara anggota penjagaan dengan masyarakat tersebut.

Melihat pertengkaran itu, salah seorang warga memanggil warga lainnya yang ada di sekitar penjagaan dan di pinggir jalan. Mereka kemudian menyerang penjagaan Mapolres Yahukimo.

Anggota penjagaan berusaha untuk menenangkan, namun massa tetap melakukan perusakan dan memukul KA SPKT Bripka Toniwi Pareme serta melempari anggota polisi lainnya menggunakan batu.

Melihat kerusuhan itu, anggota polisi yang berada di Mapolres Yahukimo langsung menuju Penjagaan SPKT untuk melerai masyarakat yang ribut tersebut. Mereka meminta masyarakat pulang ke rumah masing-masing.

Setelah kejadian tersebut anggota polisi berusaha mencari pelaku yang telah pemukulan dan pelemparan, namun anggota Polres Yahukimo yang melakukan pencarian, mendapat serangan dari masyarakat yang berada di seputaran Pasar Lama, sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Masyarakat yang tidak terima dengan kejadian itu, melakukan pembakaran dua terhadap dua unit kendaraan masyarakat yang sedang lewat di jalan seputaran Kompleks Ruko Blok B.

Pukul 12.30 WIT, personel Brimob Polda Riau Brigadir Hendra Saut Sibarani yang saat itu sedang melewati Pemukiman Jalur 1 hendak ke arah pos Brimob dianiaya oleh sekelompok masyarakat di depan toko Cahaya Yahukimo.

Pukul 12.35 WIT, anggota yang berada di lokasi, langsung membubarkan masyarakat yang berada di seputaran Perempatan Pasar Baru.

Pukul 12.50 WIT, anggota Brimob Polda Riau yang menjadi korban pengeroyokan dibawa ke RSUD Dekai dengan menggunakan mobil patroli Polsek Kota.

Pukul 14.20 WIT, pihak RSUD Dekai menyatakan Brigpol Hendra Saut Sibarani meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, menyayangkan kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

Dikatakan Ahmad, pasca penyerangan, situasi di Kabupaten Yahukimo aman dan kondusif. Personel gabungan terus melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo.

''Kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Yahukimo agar tetap tenang. Jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa,'' imbaunya.bas


Loading...
www www