Loading...

Sah! Airlangga Tunjuk Bamsoet Jadi Wakil Ketua Umum Golkar

Sah! Airlangga Tunjuk Bamsoet Jadi Wakil Ketua Umum Golkar
Selasa, 10 Desember 2019 20:03 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto mengonfirmasi telah menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. Hal itu disampaikan Airlangga kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

"Bukan kandidat, tapi sudah diputuskan," ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga memastikan Bamsoet sudah menyatakan kesediaan menjadi waketum. "Sudah kan kemarin sudah salaman," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai menteri koordinator bidang perekonomian itu mengatakan pengumuman resmi akan disampaikan pada 15 Januari 2020. Tidak hanya Bamsoet, melainkan juga segenap pengurus DPP partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Yang libur dulu," ujar Airlangga sembari tertawa.

Musyawarah Nasional X Partai Golkar beberapa waktu lalu menetapkan Airlangga sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024. Walau terpilih secara aklamasi, terpilihnya Airlangga sempat diwarnai sejumlah drama.

Sejak mula, Airlangga memiliki lawan kuat, yaitu Bamsoet yang menjabat sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Sempat maju mundur, Bamsoet menyatakan dan mendaftarkan diri sebagai caketum Golkar. Langkah Bamsoet diikuti sejumlah kader lain hingga Golkar mempunya sembilan kandidat yang mendaftar

Sebelum munas berlangsung pada Selasa (3/12/2019), kandidat caketum Golkar yang dinyatakan lolos administrasi hanya lima orang dari total sembilan orang pendaftar. Mereka yang lolos administrasi adalah Ridwan Hisjam, Airlangga, Bamsoet, Agun Gunandjar, dan Ali Yahya. Empat nama lain, yakni Aris Mandji, Derek Loupatty, Indra Bambang Utoyo, dan Achmad Annama, dinyatakan gagal memenuhi prasyarat administrasi.

Namun, sebelum malam pembukaan, tiga dari lima kandidat caketum Golkar menyatakan mundur. Mereka adalah Bamsoet, Agun Gunandjar, dan Ali Yahya. Bamsoet mengatakan pengunduran diri itu terasa pahit. Namun, demi keutuhan Golkar, langkah itu harus dilakukan. Bamsoet mundur setelah bertemu dengan Airlangga dan politisi senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Kemaritiman dan Investasi sore sebelum munas.

"Kebesaran hati untuk menerima fakta politik sangat dihargai. Kita semua tahu bahwa sebenarnya titik kemenangan sudah terjangkau. Tapi sudahlah. Kita harus dahulukan kepentingan yang lebih besar, yakni keutuhan Partai Golkar," kata Bamsoet dalam keterangannya.

Setelah tiga caketum itu mundur, Airlangga otomatis hanya tinggal berhadapan dengan Ridwan Hisjam. Namun Ridwan seperti tak berdaya melawan Airlangga. Ini lantaran dalam pemandangan umum pengurus DPD tingkat I-II serta ormas dan sayap Golkar, Rabu (4/12/2019), semuanya menyatakan memilih Airlangga.

"Karena ini lapangnya suasana dalam keadaan kondisi yang sejuk tidak ada calon lagi, sepakat kah dalam forum rapat munas X ini untuk mempersingkat dan kami tetapkan sebagai Ketua Umum DPP Golkar periodisasi 2019-2024, setuju?," kata Ketua Sidang Munas X Golkar Azis Syamsuddin di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam dan disambut teriakan 'setuju' oleh peserta munas.

Sekretaris Sidang Munas X Golkar M Sarmudji lantas membacakan keputusan munas. Airlangga langsung ditetapkan sebagai ketum Golkar malam itu juga.

"Mengangkat dan mengesahkan Saudara Ir Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Golkar masa bakti 2019-2024," ujar Sarmudji.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : CNBC Indonesia
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www